Connect with us

Ragam Berita

7 Alasan Milih Kuliah S2 di Korea

Published

on

Fakta99.com – Gak pernah ada seorang pun yang bilang meraih pendidikan tinggi itu mudah. Menjalani S1 empat tahun lamanya itu sudah penuh tantangan. Buat yang mau melanjutkan S2, mahasiswa juga dihadapkan dengan kebingungan untuk memilih universitas. Nah dari semua pilihan di dunia, Korea menawarkan beragam keunggulan lho. Apa saja ya?

1. Program Beasiswa untuk mahasiswa Indonesia.

Beasiswa KGSP (Korean Government Scholarship Program)(foto: niied.go.kr)

Beasiswa KGSP (Korean Government Scholarship Program) namanya. KGSP ditujukan bagi mahasiswa yang ingin mengambil program pertukaran pelajar, program S1 dan program S2. Pastinya mahasiswa akan melewati beberapa tes seleksi ya karena yang daftar berasal dari berbagai penjuru dan kalangan. Pemerintah Korea juga memberikan uang saku setiap bulan selama studi di Korea dengan jumlah yang tidak sedikit pula. Jangan lupa memikirkan akan masuk dalam jurusan apa karena akan banyak jurusan yang ditawarkan universitas di Korea.

 

2. Selain dapat skill di jurusanmu, kamu juga bisa menguasai bahasa Korea.

Kelas Bahasa Korea. (foto: saraaahsays.com)

Salah satu keuntungan sekolah S2 di Korea adalah kamu wajib belajar bahasa Korea selama satu tahun. Tujuannya adalah supaya kamu bisa berkomunikasi dengan lancar dengan warga Korea. Hanya dalam waktu satu tahun, kamu akan menguasai dan berkomunikasi dengan orang Korea sambil belajar sesuai keahlian di jurusanmu.

 

3. Gak perlu bingung kekurangan uang, karena kamu bisa kerja part time dengan mudah.

part-time job di Korea. (foto: Getty Image)

Ketika kamu memperoleh beasiswa KGSP, otomatis kamu memperoleh uang saku sesuai jumlah yang ditentukan. Namun, jika kamu kurang beruntung, jangan khawatir. Di Korea, banyak wadah pekerjaan bagi mahasiswa sebagai part timer. Wadah pekerjaan ini biasanya di Cafe atau Bar sebagai waiters atau membantu chef di dapur. Gajinya pun gak nanggung-nanggung lho, per-jam kamu bisa mendapatkan 70.000 rupiah, sehari bisa dapat 500.000 rupiah. Kalau kerjamu di Sabtu dan Minggu, bisa dapat uang sampai satu juta rupiah. Lumayan banget bukan?

 

4. Negeri Ginseng itu aman, kamu gak perlu takut kecopetan.

(foto: Getty Image)

Salah satu alasan terpenting bernaung dan studi di Korea adalah negara ini aman dan damai. Maksudnya, lingkungan dimanapun tinggal tidak ada hingar bingar copet, penjahat dan pelecehan seksual. Contoh kecil adalah jika kehilangan barang di Korea atau tertinggal di sebuah tempat,barang itu akan kembali karena tingkat pengamanannya yang luar biasa bagus.

 

5. Dosen di Korea itu serba ramah dan super duper baik.

Suasana kuliah di Seoul National University. (foto: Getty Image)

Walaupun tidak semua dosen di Korea bisa lancar dalam berbahasa Inggris, namun dosen di Korea sangat ramah dan selalu memberikan jalan bagi murid internasional agar dapat menerima ilmu dengan baik. Selain itu, dosen di Korea sering mengajak makan dan piknik bersama. Untuk akademik, mereka sangat ketat dalam penilaian dan absen. Satu menit terlambat masuk kelas, maka akan dihitung terlambat satu jam mata kuliah. Hal ini guna membentuk sebuah kedisiplinan mahasiswanya.

 

6. Fasilitas dan teknologi di kampus mampu menunjang kegiatan perkuliahanmu.

Setiap kampus di Korea memiliki peralatan canggih dan spesifik agar mahasiswa tak repot lagi mencari di luar. Misalnya, di jurusan Film & Video di Dongseo University, mahasiswanya dilengkapi dengan kamera canggih dan berstandar Internasional beserta dengan alat sound, layar monitor, studio rekaman, private editing room dan lain-lain.

 

7. Tidak perlu ribet mencari tempat tinggal, karena setiap kampus sudah menyediakan dormitory.

ah, kebanyakan kampus di Korea kebanyakan akan menawarkan asrama atau dormitory bagi mahasiswanya. Untuk pembayarannya, pihak kampus akan memberikan harga yang terjangkau sesuai dengan tipe kamar yang diambil. Biasanya, kalau kamu memperoleh beasiswa, kamu tidak repot untuk membayarnya kok.

Sebelum memutuskan untuk pergi kuliah S2 di Korea, pastikan kamu sudah mantap mengetahui jurusan mana yang ingin ditekuni yaa nanti. Kalau gak, sia-sia lho beasiswa KGSP-mu.

Facebook Comments

Ragam Berita

Surabaya Menjadi Tuan Rumah Munas LAPMI ke VIII

Published

on

Fakta99.com – Surabaya – Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS) ke VIII, di Wisma Guru PGRI, Wonokromo, Surabaya, Sabtu (8/9/2018).

Acara yang dihadiri oleh ratusan kader LAPMI HMI lintas daerah serta tamu undangan ini, secara resmi dibuka oleh Ketua Umum PB HMI yang diwakili oleh Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom), Fauzi Marasabesy. Setelah resmi dibuka, acara dilanjutkan dengan workshop Literasi Media dengan narasumber Staf Khusus Presiden RI Bidang Keagamaaan, Dr. Siti Ruhaini.

Fauzi, mewakili Ketua Umum PB HMI memberikan apresiasi terhadap LAPMI sebagai lembaga semi otonom HMI. Dirinya berharap, dalam Munas kali ini, LAPMI dapat mengkonsolidasikan ide secara nasional, untuk menyamakan persepsi dengan kepemimpinan PB HMI demi mencapai cita-cita HMI.

“PB HMI berharap agar Munas LAPMI ke VIII bisa menghadirkan kepemimpinan seperti yang diharapkan guna melanjutkan perjuangan HMI,” lanjut Kabid Infokom PB HMI tersebut.

Menurutnya, LAPMI sangat bersinergi dengan bidang Kominfo PB HMI. Oleh karenanya menurut Fauzi, fasilitas yang sudah diakses oleh bidang Kominfo PB HMI kedepan bisa diisi ruang-ruang ide yang mencerminkan intelektualitas HMI.

Sementara itu, Direktur LAPMI PB HMI, Muhammad Shofa menjelaskan bahwa, MUNAS LAPMI tidak hanya sekedar regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memberikan bekal basis pengetahuan kepada semua kader LAPMI tentang literasi media.

Selain itu, Shofa juga mengajak semua anggota LAPMI untuk menggebyarkan kembali islam washatiyah yang pernah lahir dari rahim HMI namun dilupakan oleh kader HMI saat ini. “Maka, momentum munas ini kita akan mengambil kembali wacana Islam Washatiyah yang pernah diWacanakan para pendahulu HMI,” tegasnya.

Munas merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi bagi LAPMI PB HMI untuk menetapkan Pedoman Dasar/Pedoman Rumah Tangga, Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban, serta menetapkan Formateur dan Mide Formateur. Setelah resmi dibuka, nantinya akan dilanjutkan agenda sidang pleno Munas ke VIII LAPMI PB HMI hingga ditutup pada tanggal 12 September 2018.

Facebook Comments

Continue Reading

Ragam Berita

Arnita Rodelina Mahasiswi IPB Dicabut Beasiswa Karena Masuk Agama Islam

Published

on

Fakta99.com – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengatakan pihaknya akan mengusahakan agar Arnita Rodelina Turnip tahun ini bisa melanjutkan kuliah kembali di IPB. Arnita adalah mahasiswi IPB mendapat beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, lalu beasiswa itu dicabut secara sepihak oleh Pemkab Simalungun diduga karena Arnita pindah agama menjadi Islam.

Akibat penghentian beasiswa itu, Arnita tidak melanjutkan kuliah di IPB sejak semester 2 karena tidak sanggup membayar biaya kuliah. Ia pun harus menunggak biaya ke IPB hingga mencapai Rp 55 juta. Arnita tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Kehutanan di IPB angkatan 2015.

“Saya kira lagi diproses, Insya Allah bisa (kuliah lagi di IPB). Jadi statusnya kan bukan DO (Drof Out), tapi (mahasiswa) nonaktif. Dan dia punya semangat belajar tinggi dan bagus, ya kita aktivasi, dia mengajukan aktivasi, kita proses,” kata Arif dikutip Fakta99.com dari kumparan, Rabu (01/08/2018).

Arif menyatakan pihaknya saat ini akan fokus mengusahakan agar Arnita bisa kuliah kembali di IPB, sehingga untuk tunggakan uang yang dimiliki Arnita dapat dibicarakan kembali dengan pihak terkait lainnya. “Yang penting yang bersangkutan bisa aktif kembali, soal biaya dan sebagainya, itu kita selesaikan,” ucap Arif.

Semenjak tidak kuliah di IPB, Arnita mengambil kuliah kembali di Universitas Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA) Jakarta, namun Artina mengutarakan niatnya untuk kuliah kembali di IPB. Menanggapi hal itu, Arif mengemukakan pihaknya menyerahkan kepada Arnita sebagai sebuah pilihan.

“Mau pindah atau gimana ya terserah dia. Tapi yang jelas saya hanya usaha dengan beliau untuk urusan akademik saja. Aktivasi lagi, proses, enggak ada masalah,” tuturnya.

Arif menegaskan IPB tidak tahu menahu dengan adanya penghentian beasiswa yang dilakukan oleh Pemkab Simalungun karena dugaan Arnita pindah agama. Ia mengaku sudah mengirim surat konfirmasi kepada Pemkab Simalungun namun tidak mendapat jawaban yang pasti.

“Kurang tau (soal kasus ini). Kami udah minta surat untuk konfirmasi, emang tidak ada jawaban yang pasti, sebenernya kejadian ini kan tidak hanya satu, tapi beberapa. Artinya ada kabupaten yang memutus beasiswa itu bukan hanya ini aja, kadang-kadang ada pergantian kepemimpinan, bupati dan sebagainya. Ada faktor seperti itu, sehingga enggak diteruskan,” paparnya.

“Sebenarnya enggak ada masalah dengan IPB, dan sekarang sudah diproses untuk diaktivasi (status mahasiswa Arnita),” ujar Arif.

Penghentian pemberian Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kepada Arnita Rodelina Turnip menuai polemik. Sebab, ada dugaan penghentian beasiswa itu lantaran Arnita berpindah agama menjadi Islam. Kejadian itu terungkap saat ibunda Arnita bernama Lisnawati (43), warga Desa Bangun Raya, Simalungun, mengadu kepada Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara.

Arnita menyakini Pemkab Simalungun mencabut beasiswa itu sejak dia memutuskan untuk menjadi seorang Muslim. Hal itu disebabkan karena tak ada satu poin pun pelanggaran yang dia lakukan saat menerima beasiswa tersebut.

“Saya tidak melanggar satu pun dari MoU. Indeks Prestasi (IP) saya di atas 2,5. Saya juga membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), tapi di semester dua, teman-teman saya dananya cair, saya doang yang tidak. Namun saya tetap kuliah lanjut semester tiga hingga lanjut UTS,” kata Arnita, Selasa (31/7).

MoU yang dimaksud Arnita adalah surat pernyataan yang ditanda tangani di atas materai olehnya pada 2015 silam. Dalam surat pernyataan itu, disebutkan bahwa penerima beasiswa akan gugur apabila tidak mendapat IP tak lebih dari 2,5, dikeluarkan dari kampus (dropped out), hingga tidak menyelesaikan laporan pertanggungjawaban.

Pemerintah Kabupaten Simalungun membantah pemberhentian program beasiswa kepada Arnita dengan alasan pindah agama. Sekretaris Daerah Pemkab Simalungun, Gideon Purba mengungkapkan alasan pemberhentian beasiswa tersebut dikarenakan Arnita sempat tidak aktif kuliah.

“Jadi begini, bukan karena itu (pindah agama), tapi memang dia enggak aktif kuliah, gitu aja,” ujar Gideon kepada kumparan, Selasa (31/7).

Sementara Kepala Ombudsman Abyadi Siregar mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti terkait laporan itu. “Ini kasus sangat sensitif. Laporannya ke Ombudsman, ada kebijakan Pemkab Simalungun diduga berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan),” kata Abyadi dalam keterangan yang diterima kumparan, Senin (30/07/18).

Dikutip dari kumaran

Facebook Comments

Continue Reading

Ragam Berita

UGM, UI Hingga UGM Masuk Daftar 200 Universitas Terbaik Asia

Published

on

Fakta99.com – Lembaga pemeringkat, 4ICU Uni Rank, kembali merilis data peringkat 200 universitas terbaik di Asia. Terdapat 8 universitas asal Indonesia yang masuk daftar tersebut.

Pemeringkatan 4ICU adalah lembaga dunia yang merangking seluruh Universitas di dunia dinilai dari berbagai faktor, seperti secara resmi diakui, berlisensi dan atau diakreditasi oleh badan-badan nasional atau regional seperti Departemen Pendidikan Tinggi atau organisasi akreditasi yang diakui pemerintah.

Resmi berlisensi atau berwenang untuk memberikan setidaknya gelar sarjana empat tahun (Gelar Sarjana) dan atau gelar pascasarjana (Gelar Master dan Doktor). Menyediakan program pendidikan tinggi terutama dalam format pembelajaran tatap muka tradisional yang disampaikan melalui fasilitas di tempat.

Berdasarkan perhitungan 4ICU Uni Rank, terdapat 8 universitas negeri yang masuk perhitungan. Berikut ini daftarnya tahun 2018 seperti dilansir laman resmi 4icu, Jakarta, Senin (30/7/2018)

  1. Universitas Gajah Mada di posisi 43;

  2. Universitas Indonesia di posisi 107;

  3. Universitas Sebelas Maret di posisi 120;

  4. Universitas Diponegoro di posisi 171;

  5. Institut Pertanian Bogor di posisi 175;

  6. Universitas Brawijaya di posisi 181;

  7. Universitas Airlangga di posisi 184; dan

  8. Universitas Negeri Yogyakarta di posisi 190.

Facebook Comments

Continue Reading

Iklan

Trending