Connect with us

Ragam Berita

Putin Dilantik, Dubes RI Optimis Hubungan RI-Rusia Meningkat

Published

on

Jakarta, Fakta99.com – Duta Besar RI untuk Rusia, Wahid Supriyadi optimistis dengan masa depan hubungan Indonesia-Rusia pasca pelantikan Presiden Vladimir Putin untuk masa jabatan keempat kalinya. Optimisme Dubes Wahid itu disampaikan di tengah rencana kunjungan Presiden Putin ke Jakarta tahun ini.

“Tanggalnya belum ditentukan tapi sudah ditetapkan,” kata Dubes Wahid dilansir dari Kompas.com, Senin (07/05/2018). Dia mengaku baru saja pulang dari acara pelantikan Putin di Istana Kremlin.

Acara yang dimulai sekitar pukul 12 waktu Moskow tersebut selesai kira-kira 13.25 dan penuh dihadiri tamu undangan. Meski begitu, menurut mantan Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab tersebut pengamanan tidak terlalu ketat. Tidak tampak tentara, hanya sejumlah jalan diblokir. Namun turis-turis yang biasa menikmati Istana Kremlin tetap leluasa berjalan-jalan.

Dalam hubungan bilateral perdagangan, menurut Dubes Wahid, Indonesia menikmati surplus dengan Rusia. “Surplus kita nilainya US$1,6 miliar,” kata mantan Staf Ahli Ekonomi dan Sosial Budaya Kementerian Luar Negeri RI tersebut.

Produk-produk yang menjadi andalan ekspor Indonesia antara lain mesin-mesin yang tidak diproduksi di Rusia, seperti mesin peralatan kosmetik serta minyak sawit. Adapun teh dan kopi menjadi komoditas primadona baru bagi ekspor Indonesia ke Rusia. “Teh, kopi meningkat 113 persen,” kata Dubes Wahid. Demikian pula jumlah turis Rusia ke Indonesia yang meningkat 37 persen menjadi 113 ribu orang di angka terbaru. Jumlah tersebut, menurut mantan Konjen RI di Melbourne Australia ini, jauh di bawah Thailand dan Vietnam.

Minimnya jumlah turis Rusia ke Indonesia dibandingkan negara tetangga di kawasan itu, semata akibat tidak adanya penerbangan langsung ke Indonesia. “Banyak penerbangan langsung dari dan ke Thailand atau Vietnam, sedangkan dari Indonesia, harus ke Timur Tengah dulu. Jarak tempuhnya 18 jam, padahal kalau penerbangan langsung jauh lebih cepat hanya 12 jam,” kata Dubes Wahid sambil menambahkan permintaan penumpang untuk penerbangan langsung ke Indonesia sangat tinggi. 

Dia mengungkapkan bahwa maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia sempat menjajaki kemungkinan penerbangan langsung ke Rusia. Namun setelah pimpinan Garuda Indonesia berganti rencana itu tidak dilanjutkan. “Jadi ya sekarang diambil maskapai penerbangan lokal, carteran,” kata Dubes Wahid.

Padahal, penerbangan langsung juga membuka kesempatan lain bagi komoditas Indonesia. Yakni buah-buahan tropis, yang pasarnya cukup menjanjikan di Rusia. Peningkatan perdagangan dan minat warga Rusia terhadap Indonesia, menurut Dubes Wahid, didorong dengan gencarnya promosi yang dikemas dalam Festival Indonesia di Moskow. Festival tersebut telah digelar dua tahun berturut-turut. Untuk tahun ini, rencananya bakal digelar pada 3-5 Agustus mendatang, dengan lahan yang lebih luas.

“Dulu sekitar enam hektar dengan 70 booth. Sekarang 16,5 hektar. Ada 100 booth, panggung besar, kuliner, aneka workshop, batik,” papar Dubes Wahid.

Festival itu terintegrasi antara promosi perdagangan dan budaya dengan menampung para pengusaha kecil dan menengah.

Dia menambahkan hubungan kedua negara nantinya akan fokus di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi. Menurut diplomat senior tersebut, sifat perdagangan Indonesia dan Rusia adalah saling membutuhkan. “Kita impor gandum dari Rusia. Mereka juga menawarkan keahlian. Sebaliknya, kita ekspor CPO, serta mesin-mesin,” kata dia.

Dia juga membidik peluang pasar non-tradisional. Yakni Euro Asian Economic Union. “Kita sudah pada tahap awal untuk kesepakatan perdagangan bebas. Tahap awal visibility study. Ini pasar 240 juta, yang selama ini belum banyak masuki, padahal trendnya positif,” kata Dubes Wahid.

Dalam lawatan Putin ke Jakarta tahun ini, Indonesia dan Rusia akan menapaki level hubungan yang lebih tinggi. “Kita akan menandatangani kemitraan strategis,” kata Dubes Wahid.

Facebook Comments

Ragam Berita

Surabaya Menjadi Tuan Rumah Munas LAPMI ke VIII

Published

on

Fakta99.com – Surabaya – Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS) ke VIII, di Wisma Guru PGRI, Wonokromo, Surabaya, Sabtu (8/9/2018).

Acara yang dihadiri oleh ratusan kader LAPMI HMI lintas daerah serta tamu undangan ini, secara resmi dibuka oleh Ketua Umum PB HMI yang diwakili oleh Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom), Fauzi Marasabesy. Setelah resmi dibuka, acara dilanjutkan dengan workshop Literasi Media dengan narasumber Staf Khusus Presiden RI Bidang Keagamaaan, Dr. Siti Ruhaini.

Fauzi, mewakili Ketua Umum PB HMI memberikan apresiasi terhadap LAPMI sebagai lembaga semi otonom HMI. Dirinya berharap, dalam Munas kali ini, LAPMI dapat mengkonsolidasikan ide secara nasional, untuk menyamakan persepsi dengan kepemimpinan PB HMI demi mencapai cita-cita HMI.

“PB HMI berharap agar Munas LAPMI ke VIII bisa menghadirkan kepemimpinan seperti yang diharapkan guna melanjutkan perjuangan HMI,” lanjut Kabid Infokom PB HMI tersebut.

Menurutnya, LAPMI sangat bersinergi dengan bidang Kominfo PB HMI. Oleh karenanya menurut Fauzi, fasilitas yang sudah diakses oleh bidang Kominfo PB HMI kedepan bisa diisi ruang-ruang ide yang mencerminkan intelektualitas HMI.

Sementara itu, Direktur LAPMI PB HMI, Muhammad Shofa menjelaskan bahwa, MUNAS LAPMI tidak hanya sekedar regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memberikan bekal basis pengetahuan kepada semua kader LAPMI tentang literasi media.

Selain itu, Shofa juga mengajak semua anggota LAPMI untuk menggebyarkan kembali islam washatiyah yang pernah lahir dari rahim HMI namun dilupakan oleh kader HMI saat ini. “Maka, momentum munas ini kita akan mengambil kembali wacana Islam Washatiyah yang pernah diWacanakan para pendahulu HMI,” tegasnya.

Munas merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi bagi LAPMI PB HMI untuk menetapkan Pedoman Dasar/Pedoman Rumah Tangga, Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban, serta menetapkan Formateur dan Mide Formateur. Setelah resmi dibuka, nantinya akan dilanjutkan agenda sidang pleno Munas ke VIII LAPMI PB HMI hingga ditutup pada tanggal 12 September 2018.

Facebook Comments

Continue Reading

Ragam Berita

Arnita Rodelina Mahasiswi IPB Dicabut Beasiswa Karena Masuk Agama Islam

Published

on

Fakta99.com – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengatakan pihaknya akan mengusahakan agar Arnita Rodelina Turnip tahun ini bisa melanjutkan kuliah kembali di IPB. Arnita adalah mahasiswi IPB mendapat beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, lalu beasiswa itu dicabut secara sepihak oleh Pemkab Simalungun diduga karena Arnita pindah agama menjadi Islam.

Akibat penghentian beasiswa itu, Arnita tidak melanjutkan kuliah di IPB sejak semester 2 karena tidak sanggup membayar biaya kuliah. Ia pun harus menunggak biaya ke IPB hingga mencapai Rp 55 juta. Arnita tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Kehutanan di IPB angkatan 2015.

“Saya kira lagi diproses, Insya Allah bisa (kuliah lagi di IPB). Jadi statusnya kan bukan DO (Drof Out), tapi (mahasiswa) nonaktif. Dan dia punya semangat belajar tinggi dan bagus, ya kita aktivasi, dia mengajukan aktivasi, kita proses,” kata Arif dikutip Fakta99.com dari kumparan, Rabu (01/08/2018).

Arif menyatakan pihaknya saat ini akan fokus mengusahakan agar Arnita bisa kuliah kembali di IPB, sehingga untuk tunggakan uang yang dimiliki Arnita dapat dibicarakan kembali dengan pihak terkait lainnya. “Yang penting yang bersangkutan bisa aktif kembali, soal biaya dan sebagainya, itu kita selesaikan,” ucap Arif.

Semenjak tidak kuliah di IPB, Arnita mengambil kuliah kembali di Universitas Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA) Jakarta, namun Artina mengutarakan niatnya untuk kuliah kembali di IPB. Menanggapi hal itu, Arif mengemukakan pihaknya menyerahkan kepada Arnita sebagai sebuah pilihan.

“Mau pindah atau gimana ya terserah dia. Tapi yang jelas saya hanya usaha dengan beliau untuk urusan akademik saja. Aktivasi lagi, proses, enggak ada masalah,” tuturnya.

Arif menegaskan IPB tidak tahu menahu dengan adanya penghentian beasiswa yang dilakukan oleh Pemkab Simalungun karena dugaan Arnita pindah agama. Ia mengaku sudah mengirim surat konfirmasi kepada Pemkab Simalungun namun tidak mendapat jawaban yang pasti.

“Kurang tau (soal kasus ini). Kami udah minta surat untuk konfirmasi, emang tidak ada jawaban yang pasti, sebenernya kejadian ini kan tidak hanya satu, tapi beberapa. Artinya ada kabupaten yang memutus beasiswa itu bukan hanya ini aja, kadang-kadang ada pergantian kepemimpinan, bupati dan sebagainya. Ada faktor seperti itu, sehingga enggak diteruskan,” paparnya.

“Sebenarnya enggak ada masalah dengan IPB, dan sekarang sudah diproses untuk diaktivasi (status mahasiswa Arnita),” ujar Arif.

Penghentian pemberian Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kepada Arnita Rodelina Turnip menuai polemik. Sebab, ada dugaan penghentian beasiswa itu lantaran Arnita berpindah agama menjadi Islam. Kejadian itu terungkap saat ibunda Arnita bernama Lisnawati (43), warga Desa Bangun Raya, Simalungun, mengadu kepada Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara.

Arnita menyakini Pemkab Simalungun mencabut beasiswa itu sejak dia memutuskan untuk menjadi seorang Muslim. Hal itu disebabkan karena tak ada satu poin pun pelanggaran yang dia lakukan saat menerima beasiswa tersebut.

“Saya tidak melanggar satu pun dari MoU. Indeks Prestasi (IP) saya di atas 2,5. Saya juga membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), tapi di semester dua, teman-teman saya dananya cair, saya doang yang tidak. Namun saya tetap kuliah lanjut semester tiga hingga lanjut UTS,” kata Arnita, Selasa (31/7).

MoU yang dimaksud Arnita adalah surat pernyataan yang ditanda tangani di atas materai olehnya pada 2015 silam. Dalam surat pernyataan itu, disebutkan bahwa penerima beasiswa akan gugur apabila tidak mendapat IP tak lebih dari 2,5, dikeluarkan dari kampus (dropped out), hingga tidak menyelesaikan laporan pertanggungjawaban.

Pemerintah Kabupaten Simalungun membantah pemberhentian program beasiswa kepada Arnita dengan alasan pindah agama. Sekretaris Daerah Pemkab Simalungun, Gideon Purba mengungkapkan alasan pemberhentian beasiswa tersebut dikarenakan Arnita sempat tidak aktif kuliah.

“Jadi begini, bukan karena itu (pindah agama), tapi memang dia enggak aktif kuliah, gitu aja,” ujar Gideon kepada kumparan, Selasa (31/7).

Sementara Kepala Ombudsman Abyadi Siregar mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti terkait laporan itu. “Ini kasus sangat sensitif. Laporannya ke Ombudsman, ada kebijakan Pemkab Simalungun diduga berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan),” kata Abyadi dalam keterangan yang diterima kumparan, Senin (30/07/18).

Dikutip dari kumaran

Facebook Comments

Continue Reading

Ragam Berita

UGM, UI Hingga UGM Masuk Daftar 200 Universitas Terbaik Asia

Published

on

Fakta99.com – Lembaga pemeringkat, 4ICU Uni Rank, kembali merilis data peringkat 200 universitas terbaik di Asia. Terdapat 8 universitas asal Indonesia yang masuk daftar tersebut.

Pemeringkatan 4ICU adalah lembaga dunia yang merangking seluruh Universitas di dunia dinilai dari berbagai faktor, seperti secara resmi diakui, berlisensi dan atau diakreditasi oleh badan-badan nasional atau regional seperti Departemen Pendidikan Tinggi atau organisasi akreditasi yang diakui pemerintah.

Resmi berlisensi atau berwenang untuk memberikan setidaknya gelar sarjana empat tahun (Gelar Sarjana) dan atau gelar pascasarjana (Gelar Master dan Doktor). Menyediakan program pendidikan tinggi terutama dalam format pembelajaran tatap muka tradisional yang disampaikan melalui fasilitas di tempat.

Berdasarkan perhitungan 4ICU Uni Rank, terdapat 8 universitas negeri yang masuk perhitungan. Berikut ini daftarnya tahun 2018 seperti dilansir laman resmi 4icu, Jakarta, Senin (30/7/2018)

  1. Universitas Gajah Mada di posisi 43;

  2. Universitas Indonesia di posisi 107;

  3. Universitas Sebelas Maret di posisi 120;

  4. Universitas Diponegoro di posisi 171;

  5. Institut Pertanian Bogor di posisi 175;

  6. Universitas Brawijaya di posisi 181;

  7. Universitas Airlangga di posisi 184; dan

  8. Universitas Negeri Yogyakarta di posisi 190.

Facebook Comments

Continue Reading

Iklan

Trending