Connect with us

Ragam Berita

Pertemukan Investor dan Startup, Wujudkan Indonesia Digital Paradise

Published

on

Fakta99.com – Forum antara investor global dan lokal dengan startup digital Indonesia ini sukses membuka peluang investasi dan pendanaan sektor ekonomi digital. Lebih dari 1000 pertemuan yang terjadwal berlangsung, dan terus berlanjut untuk wujudkan Indonesia as A Digital Paradise

Pemerintah Republik Indonesia menargetkan Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di kawasan Asia pada tahun 2020. Sejak awal tahun 2016, Presiden Joko Widodo telah menetapkan misi jangka panjang untuk menjadikan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia. Melalui Roadmap e-Commerce dan Program Startup Digital, kementerian dan lembaga pemerintah, pemangku kepentingan serta unicorn dan perusahaan rintisan (startup) berkolaborasi untuk memastikan valuasi industri ekonomi digital pada Tahun 2020 bisa mencapai USD 130 Miliar.

Saat ini Indonesia telah memiliki empat unicorn, perusahaan teknologi digital yang memiliki valuasi lebih dari USD 1 Miliar, yaitu Go-Jek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak. Melalui The 1st Next Indonesia Unicorn (NextICorn) International Summit 2018, Pemerintah dan Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (AMVESINDO) menyediakan forum untuk mempertemukan start-up Indonesia memiliki potensi besar dengan investor-investor luar negeri dan dalam negeri untuk menciptakan unicorn baru dari Indonesia.

Dalam forum itu pula, empat Unicorn Indonesia pertama kalinya duduk satu panggung. Mereka menjadi pembuka gerbang Indonesia Digital Paradise, platform yang memungkinkan investor global dan nasional mengembangkan ekonomi digital di Indonesia serta perusahaan teknologi rintisan (startup) tumbuh dan berkembang dengan kemudahan regulasi dan kepastian pendanaan.

CEO Go-Jek Nadiem Makarim, CEO Traveloka Ferry Unardi, CEO Tokopedia William Tanuwijaya, dan CEO Bukalapak Achmad Zaky mengajak investor memahami dan memanfaatkan potensi ekonomi digital di Indonesia. Tak hanya itu, dalam sesi Lane of Fame of Unicorn Indonesia pada ajang 1st NextICorn International Summit, mereka berbagi pengalaman mengelola startup menjadi unicorn.

“Teman-teman (CEO) Unicorn hadir di sini adalah fungsi yang sangat heroik. Mereka datang untuk mempromosikan di belakangnya adalah saudara-saudara mereka dari Indonesia, ada sekitar 70 startup dari Indonesia,” tutur staf khusus Menteri Kominfo yang juga menjadi Deputy to the Chairman of NextICorn Board, Strategy Formulation & Coordination, Lis Sutjiati

Dengan mengusung tema “Voyage to Indonesia as Digital Paradise”, Forum The 1st Nexticorn International Summit telah menghadirkan 98 investor dari 67 perusahaan pemodal ventura. Setiap investor yang datang dipilih yang memiliki reputasi dan track record melahirkan unicorn-unicorn dunia. Top-tier pemodal ventura global tersebut antara lain Sequoia, Tencent China, East Ventures, Appworks, serta investor lokal seperti Alpha JWC, Convergence, Kejora, dan Venturra.

Pada hari Kamis (10/05/2018) lalu, telah membukukan sekitar 1023 jadwal pertemuan terkonfirmasi yang melibatkan lebih dari 200 partisipan. Pertemuan ini diharapkan membuka peluang investasi dan pendanaan untuk startup digital dan pada gilirannya akan memunculkan unicorn baru di Indonesia.

“Sebelumnya belum pernah terjadi di Indonesia dalam satu event dengan meetup sebanyak ini. Ini menunjukkan ketertarikan para investor baik luar negeri maupun dalam negeri. Ini bentuk pengakuan Indonesia Digital Paradise,” tambah Lis Sutjiati.

Kolaborasi ini merupakan upaya bersama Pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mencarikan solusi atas permasalahan pendanaan yang dialami startup digital, terutama startup yang berada di Zona Missing Middle atau Series B.

Fakta menunjukkan, pemilik startup umumnya relatif mudah dalam mendapat pendanaan di awal, yang biasa disebut Series Pre-A atau Series A, namun akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan pendanaan berikutnya dengan kisaran pendanaan diatas USD 1 Juta.

Sementara di sisi lain, investor dari perusahaan pemodal ventura kerap mengalami kesulitan untuk menemukan startup yang layak untuk didanai. “Kita sering dapat pertanyaan ini dari investor luar, ‘Saya punya waktu dua – tiga hari di Jakarta, start-up mana yang sebaiknya saya temui?’ Kita juga melalui masalah di mana butuh waktu lama bagi start-up untuk bisa menemukan investor dan pemodal yang tepat baginya,” jelas Rudy Ramawy, Chief of NextICorn’s Portfolio Committee for VC Classification and Start-up Curation.

Lebih lanjut Rudy Ramawy menjelaskan forum ini merupakan usulan bersama dari rekan-rekan di industri start-up kepada pemerintah. “Waktu Pak Menteri (Menkominfo, red.) tanya bagaimana pemerintah bisa ikut bantu, jawaban kami satu, yaitu membuat suatu platform yang dapat mengkurasi dan memfasilitasi start-up,” jelas Rudy.

Permudah Investasi, Ciptakan Unicorn

Laporan Kuartal I Badan Pusat Statistik Tahun 2017 menyebutkan peningkatan ekonomi Indonesia didominasi dari masuknya angka investasi domestik maupun global. Oleh karena itu, penegasan peran Pemerintah sebagai fasilitator menjadi keniscayaan, karena tuntutan perkembangan teknologi.

“Saya baru menyadari yang kita miliki sekarang adalah ekonomi. Bukan lagi new economy, digital economy, melainkan the economy,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang juga sebagai Chairman NextICorn Advisory Board, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Bali, Rabu (09/05/2018) pagi.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Lembong, yang hadir mewakili Presiden Joko Widodo dalam Pembukaan 1st NextICorn International Summit menyampaikan selama empat tahun terakhir, Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia didominasi oleh dua sektor, yaitu pertambangan (smelting) dan ekonomi digital. “Jadi sektor ekonomi digital menjadi penyelamat FDI Indonesia. Saya sangat berharap banyak ini bisa berlanjut,” katanya.

Thomas Lembong menyebutkan peran pemerintah dalam memastikan investasi sektor digital bisa berlanjut teramat penting. Dalam sektor digital, mengutip pengalaman berbagai negara, ia menilai ada dua prinsip utama yang harus didukung pemerintah terhadap industri startup melalui instrumen kebijakan, yaitu light touch regulation dan safe harbour policy.

“Light touch berkaitan dengan regulasi, pentingnya untuk pemerintah tidak ikut campur dan mencoba meregulasi segala hal, agar semakin banyak inovasi yang dapat tumbuh di negara ini. Ini juga menjadi perhatian Presiden bagaimana birokrasi memperbaiki beragam peraturan yang ada. TIdak terlalu banyak aturan,” jelas Thomas.

Kepala BKPM melanjutkan, pemerintah juga harus melindungi dari sisi potensi kegagalan melalui safe harbour policy. “Prinsip dasar yang harus kita pahami bagi pembuat kebijakan adalah, inovasi muncul dari percobaan dan pengalaman, yang juga berkaitan dengan kegagalan. Pemerintah harus bisa menciptakan rasa aman bagi industri startup untuk menghadapi kegagalan, dan bagaimana mereka bisa mengimplementasikan dari kegagalan tersebut,” jelasnya.

Menurut Menteri Rudiantara, Kementerian Kominfo telah menerapkan light touch regulation. “Dimana pemotongan sistem birokrasi bagi pelaku bisnis digital dengan hanya mendaftarkan bisnisnya saja secara online tanpa perlu meminta izin lagi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Menteri Rudiantara mengajak para investor utama yang telah mencetak para unicorn Indonesia sebelumnya dapat melebarkan pasarnya melalui startup lainnya. “Kalian harus segera berinvestasi di Indonesia sebelum tougher time yang akan datang di Indonesia seperti kata Pak Tom sebelumnya. Kami punya perkembangan ekonomi yang konsisten, sekitar 5%,” ajaknya.

Menteri Kominfo menegaskan upaya pemerintah menjadi fasilitator pengembangan ekonomi digital. “Pemerintah khususnya Kementerian Kominfo di satu sisi sebagai regulator saat ini lebih membesarkan perannya sebagai fasilitator bahkan akselerator untuk tumbuhnya ekonomi digital nasional dan menjadikan Indonesia Digital Paradise, menciptakan unicorn-unicorn selanjutnya,” katanya.

Secara khusus, melalui Program NextICorn yang akan berlanjut dengan forum pertemuan antara investor dan startup potensial berikutnya. “Melalui fasilitasi pertemuan antara investor internasional dan nasional dengan startup yang berpotensi besar menjadi unicorn, diharapkan pendanaan terhadap sektor ekonomi digital akan terus tumbuh untuk menjadikan Indonesia sebagai Digital Energy of Asia,” jelasnya.

The 1st NextICorn International Summit melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (AMVESINDO) dan Global Consulting Firm EY.

Facebook Comments

Ragam Berita

Surabaya Menjadi Tuan Rumah Munas LAPMI ke VIII

Published

on

Fakta99.com – Surabaya – Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS) ke VIII, di Wisma Guru PGRI, Wonokromo, Surabaya, Sabtu (8/9/2018).

Acara yang dihadiri oleh ratusan kader LAPMI HMI lintas daerah serta tamu undangan ini, secara resmi dibuka oleh Ketua Umum PB HMI yang diwakili oleh Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom), Fauzi Marasabesy. Setelah resmi dibuka, acara dilanjutkan dengan workshop Literasi Media dengan narasumber Staf Khusus Presiden RI Bidang Keagamaaan, Dr. Siti Ruhaini.

Fauzi, mewakili Ketua Umum PB HMI memberikan apresiasi terhadap LAPMI sebagai lembaga semi otonom HMI. Dirinya berharap, dalam Munas kali ini, LAPMI dapat mengkonsolidasikan ide secara nasional, untuk menyamakan persepsi dengan kepemimpinan PB HMI demi mencapai cita-cita HMI.

“PB HMI berharap agar Munas LAPMI ke VIII bisa menghadirkan kepemimpinan seperti yang diharapkan guna melanjutkan perjuangan HMI,” lanjut Kabid Infokom PB HMI tersebut.

Menurutnya, LAPMI sangat bersinergi dengan bidang Kominfo PB HMI. Oleh karenanya menurut Fauzi, fasilitas yang sudah diakses oleh bidang Kominfo PB HMI kedepan bisa diisi ruang-ruang ide yang mencerminkan intelektualitas HMI.

Sementara itu, Direktur LAPMI PB HMI, Muhammad Shofa menjelaskan bahwa, MUNAS LAPMI tidak hanya sekedar regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memberikan bekal basis pengetahuan kepada semua kader LAPMI tentang literasi media.

Selain itu, Shofa juga mengajak semua anggota LAPMI untuk menggebyarkan kembali islam washatiyah yang pernah lahir dari rahim HMI namun dilupakan oleh kader HMI saat ini. “Maka, momentum munas ini kita akan mengambil kembali wacana Islam Washatiyah yang pernah diWacanakan para pendahulu HMI,” tegasnya.

Munas merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi bagi LAPMI PB HMI untuk menetapkan Pedoman Dasar/Pedoman Rumah Tangga, Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban, serta menetapkan Formateur dan Mide Formateur. Setelah resmi dibuka, nantinya akan dilanjutkan agenda sidang pleno Munas ke VIII LAPMI PB HMI hingga ditutup pada tanggal 12 September 2018.

Facebook Comments

Continue Reading

Ragam Berita

Arnita Rodelina Mahasiswi IPB Dicabut Beasiswa Karena Masuk Agama Islam

Published

on

Fakta99.com – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengatakan pihaknya akan mengusahakan agar Arnita Rodelina Turnip tahun ini bisa melanjutkan kuliah kembali di IPB. Arnita adalah mahasiswi IPB mendapat beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, lalu beasiswa itu dicabut secara sepihak oleh Pemkab Simalungun diduga karena Arnita pindah agama menjadi Islam.

Akibat penghentian beasiswa itu, Arnita tidak melanjutkan kuliah di IPB sejak semester 2 karena tidak sanggup membayar biaya kuliah. Ia pun harus menunggak biaya ke IPB hingga mencapai Rp 55 juta. Arnita tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Kehutanan di IPB angkatan 2015.

“Saya kira lagi diproses, Insya Allah bisa (kuliah lagi di IPB). Jadi statusnya kan bukan DO (Drof Out), tapi (mahasiswa) nonaktif. Dan dia punya semangat belajar tinggi dan bagus, ya kita aktivasi, dia mengajukan aktivasi, kita proses,” kata Arif dikutip Fakta99.com dari kumparan, Rabu (01/08/2018).

Arif menyatakan pihaknya saat ini akan fokus mengusahakan agar Arnita bisa kuliah kembali di IPB, sehingga untuk tunggakan uang yang dimiliki Arnita dapat dibicarakan kembali dengan pihak terkait lainnya. “Yang penting yang bersangkutan bisa aktif kembali, soal biaya dan sebagainya, itu kita selesaikan,” ucap Arif.

Semenjak tidak kuliah di IPB, Arnita mengambil kuliah kembali di Universitas Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA) Jakarta, namun Artina mengutarakan niatnya untuk kuliah kembali di IPB. Menanggapi hal itu, Arif mengemukakan pihaknya menyerahkan kepada Arnita sebagai sebuah pilihan.

“Mau pindah atau gimana ya terserah dia. Tapi yang jelas saya hanya usaha dengan beliau untuk urusan akademik saja. Aktivasi lagi, proses, enggak ada masalah,” tuturnya.

Arif menegaskan IPB tidak tahu menahu dengan adanya penghentian beasiswa yang dilakukan oleh Pemkab Simalungun karena dugaan Arnita pindah agama. Ia mengaku sudah mengirim surat konfirmasi kepada Pemkab Simalungun namun tidak mendapat jawaban yang pasti.

“Kurang tau (soal kasus ini). Kami udah minta surat untuk konfirmasi, emang tidak ada jawaban yang pasti, sebenernya kejadian ini kan tidak hanya satu, tapi beberapa. Artinya ada kabupaten yang memutus beasiswa itu bukan hanya ini aja, kadang-kadang ada pergantian kepemimpinan, bupati dan sebagainya. Ada faktor seperti itu, sehingga enggak diteruskan,” paparnya.

“Sebenarnya enggak ada masalah dengan IPB, dan sekarang sudah diproses untuk diaktivasi (status mahasiswa Arnita),” ujar Arif.

Penghentian pemberian Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kepada Arnita Rodelina Turnip menuai polemik. Sebab, ada dugaan penghentian beasiswa itu lantaran Arnita berpindah agama menjadi Islam. Kejadian itu terungkap saat ibunda Arnita bernama Lisnawati (43), warga Desa Bangun Raya, Simalungun, mengadu kepada Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara.

Arnita menyakini Pemkab Simalungun mencabut beasiswa itu sejak dia memutuskan untuk menjadi seorang Muslim. Hal itu disebabkan karena tak ada satu poin pun pelanggaran yang dia lakukan saat menerima beasiswa tersebut.

“Saya tidak melanggar satu pun dari MoU. Indeks Prestasi (IP) saya di atas 2,5. Saya juga membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), tapi di semester dua, teman-teman saya dananya cair, saya doang yang tidak. Namun saya tetap kuliah lanjut semester tiga hingga lanjut UTS,” kata Arnita, Selasa (31/7).

MoU yang dimaksud Arnita adalah surat pernyataan yang ditanda tangani di atas materai olehnya pada 2015 silam. Dalam surat pernyataan itu, disebutkan bahwa penerima beasiswa akan gugur apabila tidak mendapat IP tak lebih dari 2,5, dikeluarkan dari kampus (dropped out), hingga tidak menyelesaikan laporan pertanggungjawaban.

Pemerintah Kabupaten Simalungun membantah pemberhentian program beasiswa kepada Arnita dengan alasan pindah agama. Sekretaris Daerah Pemkab Simalungun, Gideon Purba mengungkapkan alasan pemberhentian beasiswa tersebut dikarenakan Arnita sempat tidak aktif kuliah.

“Jadi begini, bukan karena itu (pindah agama), tapi memang dia enggak aktif kuliah, gitu aja,” ujar Gideon kepada kumparan, Selasa (31/7).

Sementara Kepala Ombudsman Abyadi Siregar mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti terkait laporan itu. “Ini kasus sangat sensitif. Laporannya ke Ombudsman, ada kebijakan Pemkab Simalungun diduga berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan),” kata Abyadi dalam keterangan yang diterima kumparan, Senin (30/07/18).

Dikutip dari kumaran

Facebook Comments

Continue Reading

Ragam Berita

UGM, UI Hingga UGM Masuk Daftar 200 Universitas Terbaik Asia

Published

on

Fakta99.com – Lembaga pemeringkat, 4ICU Uni Rank, kembali merilis data peringkat 200 universitas terbaik di Asia. Terdapat 8 universitas asal Indonesia yang masuk daftar tersebut.

Pemeringkatan 4ICU adalah lembaga dunia yang merangking seluruh Universitas di dunia dinilai dari berbagai faktor, seperti secara resmi diakui, berlisensi dan atau diakreditasi oleh badan-badan nasional atau regional seperti Departemen Pendidikan Tinggi atau organisasi akreditasi yang diakui pemerintah.

Resmi berlisensi atau berwenang untuk memberikan setidaknya gelar sarjana empat tahun (Gelar Sarjana) dan atau gelar pascasarjana (Gelar Master dan Doktor). Menyediakan program pendidikan tinggi terutama dalam format pembelajaran tatap muka tradisional yang disampaikan melalui fasilitas di tempat.

Berdasarkan perhitungan 4ICU Uni Rank, terdapat 8 universitas negeri yang masuk perhitungan. Berikut ini daftarnya tahun 2018 seperti dilansir laman resmi 4icu, Jakarta, Senin (30/7/2018)

  1. Universitas Gajah Mada di posisi 43;

  2. Universitas Indonesia di posisi 107;

  3. Universitas Sebelas Maret di posisi 120;

  4. Universitas Diponegoro di posisi 171;

  5. Institut Pertanian Bogor di posisi 175;

  6. Universitas Brawijaya di posisi 181;

  7. Universitas Airlangga di posisi 184; dan

  8. Universitas Negeri Yogyakarta di posisi 190.

Facebook Comments

Continue Reading

Iklan

Trending