Connect with us

Ragam Berita

Pelaku Teror Mako Brimob: Ada Perintah Di Medsos Untuk Buat Kekacauan

Published

on

Jakarta, Fakta99.com – Kabar soal insiden kerusuhan di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Selasa (08/05/2018) malam, membuat simpatisan khilafah dan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) bergerak. Hal itu akibat keberadaan perintah untuk mengacau di sekitar rutan itu.

Hal ini diketahui dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap dua terduga perempuan terduga pelaku percobaan penyerangan terhadap anggota Brimob, DSM (18) dan SNA (21) yang ditangkap petugas, pada Sabtu (12/03/2018). 

Kepada Penyidik, DSM, yang merupakan pengajar Tajwid di Pesantren Darul Ulum, Cilacap, mengaku aktif mengikuti grup percakapan media sosial Whatsapp dan Telegram yang diketahuinya mendukung khilafah Islamiyah pimpinan Abu Bakar Al Baghdadi. 

Pada Selasa (08/05/2018) pukul 22.00 WIB, grup Telegram ‘Taaruf Hani Ali’ menginformasikan soal insiden di Mako Brimob itu. Bahwa, “ikhwan-ikhwan narapidana keluar dari sel dan menyerang pihak kepolisian”. 

Dalam grup percakapan Whatsapp ‘Diskusi Dien’, DSM menyebut bahwa Ustad Abu Abdirohman, yang merupakan ikhwan dari Depok, langsung datang ke Mako Brimob dan mengabarkan bahwa situasi Mako “sepi-sepi saja”. 

Abu, kata dia, kemudian memerintahkan, pertama, semua Anshor Daulah bergabung dan merapat ke Depok, membantu ikhwan-ikhwan di dalam semampunya, mulai dari bantuan harta, makanan, komunikasi, dan elektronik. 

Kedua, kata dia, “Untuk membuat chaos atau rusuh di sekitar Mako Brimob Kelapa Dua.”

Pada Rabu (09/05/2018), DSM mengaku mendapat kabar bahwa 10 anggota Densus 88/Antiteror Polri terbunuh. Ia juga mengaku mendapat video yang dibagi oleh Amaq Media yang memperlihatkan sejumlah petugas tewas. 

Ia kemudian tergerak. DSM menghubungi SNA, sesama anggota grup ‘Turn Back Crime’, melalui Whatsapp, dan mengabarkan keberangkatannya ke Bandung. SNA, yang disebut sebagai mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, mempersilakannya. DSM, yang tiba pada Kamis (10/05/2018), kemudian dibawa adik kelas SNA untuk menginap di sebuah tempat yang disebut sebagai ‘Darud Tauhid’. 

Pada Jumat (11/05/2018), DSM dan SNA berangkat ke Depok menggunakan bus melalui terminal Leuwipanjang, Bandung. Mereka tiba di Terminal Kampung Rambutan, Sabtu (12/5) pukul 01.00 WIB. Keduanya menumpang angkutan umum dan turun di Mc Donald Kelapa Dua, Depok. 

“Kami turun dari angkutan umum dan mencari mushola untuk sholat subuh dan istirahat, rencana kami akan melakukan aksi penyerangan di Mako Brimob pada malam hari,” ujar dia, dalam BAP tersebut. 

Namun, saat hendak memasuki musala keduanya langsung diamankan oleh petugas yang berpakaian preman dan dibawa ke kantor Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. 

Dalam interogasi, DSM mengaku memiliki sejumlah tujuan dalam kedatangannya ke Mako Brimob. Pertama, menyusup masuk ke dalam kantor Mako Brimob untuk mencari informasi tentang keberadaan ikhwan-ikhwan dan mamastikan mereka sudah tidak berada di dalam Rutan Mako Brimob.

Kedua, apabila benar masih ada ikhwan-ikhwan di dalam rutan dirinya hendak membantu perjuangan mereka dengan menyerang aparat kepolisian sekuat tenaga. 

“Dalam rangka berjuang dan berjihad di jalan Allah dan menegakan hukum Allah di Indonesia,” imbuh DSM. 

Senada, SNA, asal Ciamis, mengaku berencana membantu para napi Mako Brimob dengan memberikan makanan agar mendapatkan tenaga untuk melakukan perlawanan. Ia bahkan mempersiapkan sebuah gunting untuk menikam petugas. 

“Apabila pada saat memberikan bantuan dihalangi oleh para anggota kepolisian yang berada di Mako brimob Kelapa Dua Depok, maka saya dan DSM sudah berjaga-jaga dengan membawa gunting untuk melakukan penyerangan kepada para thogut,” cetusnya, dalam BAP terpisah. 

SNA mengaku mengetahui ajaran dan berbaiat kepada ISIS sejak bergabung dengan organisasi NII KW9. Lantaran tahu organisasi itu masih setia kepada Pemerintah, ia memutuskan keluar dan mencari referensi melalui internet. Di antaranya, channel Millah Ibrahim dan Daulah. 

Sementara, DSM mengenal Daulah Islamiyah dari Facebook John Tukijo dan mengenal ajaran Aman Abdurrahman, Nurdin M Top, dan Abu Bakar Baasyir dari channel Millah Ibrahim itu. 

Dari internet keduanya mengetahui kalimat bait kepada Abu Bakar Al Baghdadi dan menyatakan kalimat baiat atau kesetiaannya. Dari grup percakapan Whatsapp ‘Turn Back Crime’ keduanya berkenalan. 

Sebelumnya, kepolisian membenarkan kabar penangkapan dua perempuan yang berencana mendukung perlawanan para tahanan teroris di Mako Brimob dan menyerang petugas itu. 

“Benar. Sekarang keduanya sedang diamankan untuk pendalaman selanjutnya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal, kepada wartawan, Sabtu (12/05/2018).

 

Facebook Comments

Ragam Berita

Surabaya Menjadi Tuan Rumah Munas LAPMI ke VIII

Published

on

Fakta99.com – Surabaya – Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS) ke VIII, di Wisma Guru PGRI, Wonokromo, Surabaya, Sabtu (8/9/2018).

Acara yang dihadiri oleh ratusan kader LAPMI HMI lintas daerah serta tamu undangan ini, secara resmi dibuka oleh Ketua Umum PB HMI yang diwakili oleh Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom), Fauzi Marasabesy. Setelah resmi dibuka, acara dilanjutkan dengan workshop Literasi Media dengan narasumber Staf Khusus Presiden RI Bidang Keagamaaan, Dr. Siti Ruhaini.

Fauzi, mewakili Ketua Umum PB HMI memberikan apresiasi terhadap LAPMI sebagai lembaga semi otonom HMI. Dirinya berharap, dalam Munas kali ini, LAPMI dapat mengkonsolidasikan ide secara nasional, untuk menyamakan persepsi dengan kepemimpinan PB HMI demi mencapai cita-cita HMI.

“PB HMI berharap agar Munas LAPMI ke VIII bisa menghadirkan kepemimpinan seperti yang diharapkan guna melanjutkan perjuangan HMI,” lanjut Kabid Infokom PB HMI tersebut.

Menurutnya, LAPMI sangat bersinergi dengan bidang Kominfo PB HMI. Oleh karenanya menurut Fauzi, fasilitas yang sudah diakses oleh bidang Kominfo PB HMI kedepan bisa diisi ruang-ruang ide yang mencerminkan intelektualitas HMI.

Sementara itu, Direktur LAPMI PB HMI, Muhammad Shofa menjelaskan bahwa, MUNAS LAPMI tidak hanya sekedar regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memberikan bekal basis pengetahuan kepada semua kader LAPMI tentang literasi media.

Selain itu, Shofa juga mengajak semua anggota LAPMI untuk menggebyarkan kembali islam washatiyah yang pernah lahir dari rahim HMI namun dilupakan oleh kader HMI saat ini. “Maka, momentum munas ini kita akan mengambil kembali wacana Islam Washatiyah yang pernah diWacanakan para pendahulu HMI,” tegasnya.

Munas merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi bagi LAPMI PB HMI untuk menetapkan Pedoman Dasar/Pedoman Rumah Tangga, Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban, serta menetapkan Formateur dan Mide Formateur. Setelah resmi dibuka, nantinya akan dilanjutkan agenda sidang pleno Munas ke VIII LAPMI PB HMI hingga ditutup pada tanggal 12 September 2018.

Facebook Comments

Continue Reading

Ragam Berita

Arnita Rodelina Mahasiswi IPB Dicabut Beasiswa Karena Masuk Agama Islam

Published

on

Fakta99.com – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengatakan pihaknya akan mengusahakan agar Arnita Rodelina Turnip tahun ini bisa melanjutkan kuliah kembali di IPB. Arnita adalah mahasiswi IPB mendapat beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, lalu beasiswa itu dicabut secara sepihak oleh Pemkab Simalungun diduga karena Arnita pindah agama menjadi Islam.

Akibat penghentian beasiswa itu, Arnita tidak melanjutkan kuliah di IPB sejak semester 2 karena tidak sanggup membayar biaya kuliah. Ia pun harus menunggak biaya ke IPB hingga mencapai Rp 55 juta. Arnita tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Kehutanan di IPB angkatan 2015.

“Saya kira lagi diproses, Insya Allah bisa (kuliah lagi di IPB). Jadi statusnya kan bukan DO (Drof Out), tapi (mahasiswa) nonaktif. Dan dia punya semangat belajar tinggi dan bagus, ya kita aktivasi, dia mengajukan aktivasi, kita proses,” kata Arif dikutip Fakta99.com dari kumparan, Rabu (01/08/2018).

Arif menyatakan pihaknya saat ini akan fokus mengusahakan agar Arnita bisa kuliah kembali di IPB, sehingga untuk tunggakan uang yang dimiliki Arnita dapat dibicarakan kembali dengan pihak terkait lainnya. “Yang penting yang bersangkutan bisa aktif kembali, soal biaya dan sebagainya, itu kita selesaikan,” ucap Arif.

Semenjak tidak kuliah di IPB, Arnita mengambil kuliah kembali di Universitas Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA) Jakarta, namun Artina mengutarakan niatnya untuk kuliah kembali di IPB. Menanggapi hal itu, Arif mengemukakan pihaknya menyerahkan kepada Arnita sebagai sebuah pilihan.

“Mau pindah atau gimana ya terserah dia. Tapi yang jelas saya hanya usaha dengan beliau untuk urusan akademik saja. Aktivasi lagi, proses, enggak ada masalah,” tuturnya.

Arif menegaskan IPB tidak tahu menahu dengan adanya penghentian beasiswa yang dilakukan oleh Pemkab Simalungun karena dugaan Arnita pindah agama. Ia mengaku sudah mengirim surat konfirmasi kepada Pemkab Simalungun namun tidak mendapat jawaban yang pasti.

“Kurang tau (soal kasus ini). Kami udah minta surat untuk konfirmasi, emang tidak ada jawaban yang pasti, sebenernya kejadian ini kan tidak hanya satu, tapi beberapa. Artinya ada kabupaten yang memutus beasiswa itu bukan hanya ini aja, kadang-kadang ada pergantian kepemimpinan, bupati dan sebagainya. Ada faktor seperti itu, sehingga enggak diteruskan,” paparnya.

“Sebenarnya enggak ada masalah dengan IPB, dan sekarang sudah diproses untuk diaktivasi (status mahasiswa Arnita),” ujar Arif.

Penghentian pemberian Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kepada Arnita Rodelina Turnip menuai polemik. Sebab, ada dugaan penghentian beasiswa itu lantaran Arnita berpindah agama menjadi Islam. Kejadian itu terungkap saat ibunda Arnita bernama Lisnawati (43), warga Desa Bangun Raya, Simalungun, mengadu kepada Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara.

Arnita menyakini Pemkab Simalungun mencabut beasiswa itu sejak dia memutuskan untuk menjadi seorang Muslim. Hal itu disebabkan karena tak ada satu poin pun pelanggaran yang dia lakukan saat menerima beasiswa tersebut.

“Saya tidak melanggar satu pun dari MoU. Indeks Prestasi (IP) saya di atas 2,5. Saya juga membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), tapi di semester dua, teman-teman saya dananya cair, saya doang yang tidak. Namun saya tetap kuliah lanjut semester tiga hingga lanjut UTS,” kata Arnita, Selasa (31/7).

MoU yang dimaksud Arnita adalah surat pernyataan yang ditanda tangani di atas materai olehnya pada 2015 silam. Dalam surat pernyataan itu, disebutkan bahwa penerima beasiswa akan gugur apabila tidak mendapat IP tak lebih dari 2,5, dikeluarkan dari kampus (dropped out), hingga tidak menyelesaikan laporan pertanggungjawaban.

Pemerintah Kabupaten Simalungun membantah pemberhentian program beasiswa kepada Arnita dengan alasan pindah agama. Sekretaris Daerah Pemkab Simalungun, Gideon Purba mengungkapkan alasan pemberhentian beasiswa tersebut dikarenakan Arnita sempat tidak aktif kuliah.

“Jadi begini, bukan karena itu (pindah agama), tapi memang dia enggak aktif kuliah, gitu aja,” ujar Gideon kepada kumparan, Selasa (31/7).

Sementara Kepala Ombudsman Abyadi Siregar mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti terkait laporan itu. “Ini kasus sangat sensitif. Laporannya ke Ombudsman, ada kebijakan Pemkab Simalungun diduga berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan),” kata Abyadi dalam keterangan yang diterima kumparan, Senin (30/07/18).

Dikutip dari kumaran

Facebook Comments

Continue Reading

Ragam Berita

UGM, UI Hingga UGM Masuk Daftar 200 Universitas Terbaik Asia

Published

on

Fakta99.com – Lembaga pemeringkat, 4ICU Uni Rank, kembali merilis data peringkat 200 universitas terbaik di Asia. Terdapat 8 universitas asal Indonesia yang masuk daftar tersebut.

Pemeringkatan 4ICU adalah lembaga dunia yang merangking seluruh Universitas di dunia dinilai dari berbagai faktor, seperti secara resmi diakui, berlisensi dan atau diakreditasi oleh badan-badan nasional atau regional seperti Departemen Pendidikan Tinggi atau organisasi akreditasi yang diakui pemerintah.

Resmi berlisensi atau berwenang untuk memberikan setidaknya gelar sarjana empat tahun (Gelar Sarjana) dan atau gelar pascasarjana (Gelar Master dan Doktor). Menyediakan program pendidikan tinggi terutama dalam format pembelajaran tatap muka tradisional yang disampaikan melalui fasilitas di tempat.

Berdasarkan perhitungan 4ICU Uni Rank, terdapat 8 universitas negeri yang masuk perhitungan. Berikut ini daftarnya tahun 2018 seperti dilansir laman resmi 4icu, Jakarta, Senin (30/7/2018)

  1. Universitas Gajah Mada di posisi 43;

  2. Universitas Indonesia di posisi 107;

  3. Universitas Sebelas Maret di posisi 120;

  4. Universitas Diponegoro di posisi 171;

  5. Institut Pertanian Bogor di posisi 175;

  6. Universitas Brawijaya di posisi 181;

  7. Universitas Airlangga di posisi 184; dan

  8. Universitas Negeri Yogyakarta di posisi 190.

Facebook Comments

Continue Reading

Iklan

Trending