Connect with us

Ragam Berita

Bagaimana Menjadi Lebih Baik Dalam Kondisi Stres

Published

on

Fakta99.com – Stres tidak dapat dihindari dalam kehidupan modern, tetapi itu tidak harus membuat Anda kecewa. Pekerjaan, uang, dan keluarga semuanya menciptakan tekanan harian, sementara isu-isu besar seperti politik dan terorisme berkontribusi pada tingkat stres kita. Tetapi dekati dengan cara yang benar, dan itu tidak akan menghalangi hidup Anda – itu bahkan bisa baik untuk Anda.

Berikut adalah cara-cara mengatasi stres, mengurangi bahaya, dan bahkan menggunakan stres harian Anda untuk membuat Anda lebih kuat.

PERSEPSI STRES

Meskipun kita tahu bahwa stres berkaitan dengan masalah kesehatan, banyak orang dengan kehidupan stres tinggi berkembang pesat. Bagaimana mungkin? Pada tahun 2012, para peneliti dari Universitas Wisconsin-Madison menerbitkan studi seminal yang melihat bagaimana 28.000 orang merasakan stres dalam hidup mereka. Orang-orang dalam penelitian ini menjawab dua pertanyaan ini:

Selama 12 bulan terakhir, apakah Anda akan mengatakan bahwa Anda mengalami: Banyak stres, stres yang sedang, relatif sedikit stres, Hampir tidak ada stres sama sekali

Berapa banyak pengaruh stres terhadap kesehatan Anda? Banyak, Beberapa, Hampir tidak ada, Tidak ada

Para peneliti mengamati tingkat kematian dalam kelompok studi selama sembilan tahun. Hasilnya mengejutkan. Studi ini menemukan bahwa memiliki banyak stres dalam hidup Anda tidak terkait dengan kematian dini. Tetapi memiliki banyak stres dalam hidup Anda dan percaya itu mengambil risiko pada kesehatan Anda meningkatkan risiko kematian dini sebesar 43 persen.

MENGUBAH PERSEPSI ANDA

Dengan stres, pikiran dan tubuh secara intrinsik terkait. Anda dapat melihat stres sebagai sesuatu yang mendatangkan malapetaka pada tubuh Anda (dan itu bisa) atau sebagai sesuatu yang memberi Anda kekuatan dan energi untuk mengatasi kesulitan. Inilah cara cepat untuk memikirkan dua pandangan stres yang sangat berbeda ini.

Baca pernyataannya, dan kemudian pikirkan tentang reaksi Anda sendiri terhadap perubahan biologis yang terjadi selama masa stres. Ketika saya stres, tubuh saya melepaskan adrenalin dan kortisol. Jantungku berdetak lebih cepat. Ini berarti bahwa:

Pandangan Umum: Stres meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan serangan jantung.

Pandangan Alternatif:
-Hati saya bekerja lebih keras dan tubuh saya memobilisasi energinya untuk bersiap menghadapi tantangan ini.

-Ketika saya stres, respons stres saya menyebabkan tingkat pernapasan saya meningkat. Ini berarti bahwa:

Pandangan Umum: Pernapasan cepat saya adalah tanda kecemasan. Saya khawatir tentang bagaimana stres mempengaruhi kesehatan mental dan fisik saya.

Tampilan Alternatif: Saya harus menarik nafas dalam-dalam. Pernapasan saya yang lebih cepat berarti lebih banyak oksigen yang sampai ke otak saya sehingga saya bisa berpikir lebih jernih.

-Ketika saya stres, jantung dan sistem peredaran darah saya merespons, menyebabkan tekanan darah saya meningkat. Ini berarti bahwa:

Pandangan Umum: Saya dapat merasakan tekanan darah saya meningkat. Ini tidak baik untuk kesehatan saya.

Tampilan Alternatif: Perubahan sirkulasi memungkinkan lebih banyak oksigen dan nutrisi untuk mengisi otot-otot saya. Saya merasa lebih kuat dan siap menghadapi tantangan ke depan. Mungkin jelas bagi Anda bahwa pandangan alternatif adalah pilihan yang lebih baik untuk memikirkan stres.

Mungkin sulit untuk percaya bahwa perubahan kecil dalam pemikiran dapat membuat perbedaan, tetapi itulah yang ditemukan oleh para peneliti Harvard ketika mereka membayar 50 subjek penelitian masing-masing $ 25 untuk mengambil bagian dalam percobaan laboratorium yang dirancang untuk memicu stres.

Tes ini melibatkan memberi ceramah di depan sekelompok evaluator yang tidak ramah, diikuti dengan tes kata yang rumit. (Para peneliti telah secara konsisten menemukan bahwa formula berbicara di depan umum plus pengujian di depan kerumunan yang tidak bersahabat ini sangat tidak nyaman dan menekan stres bagi orang miskin yang setuju untuk mengambil bagian dalam penelitian.)

Sebelum tes stres sosial, satu kelompok diizinkan untuk bermain video game; yang lain diajarkan untuk mengabaikan perasaan stres jika mereka mengalaminya selama ujian. Tetapi kelompok ketiga diberi saran yang serupa dengan kuis di atas.

Mereka mendapat primer tentang respons stres fisik dan diberi tahu bagaimana detak jantung yang lebih tinggi, pernapasan yang lebih cepat, dan kegelisahan internal adalah semua alat untuk membuat Anda kuat selama peristiwa yang menegangkan.

Mereka diberi tahu bagaimana respons stres tubuh berevolusi untuk membantu kita sukses, dan bahwa gejala stres yang meningkat dapat membantu kinerja Anda selama masa stres. Intinya pelajaran adalah ini: Dalam situasi yang sulit, stres membuat Anda lebih kuat.

Kelompok yang belajar untuk memikirkan kembali peran stres dalam hidup mereka jauh lebih baik dalam ujian. Mereka memberikan pidato yang lebih baik dan dinilai lebih percaya diri. Mereka tersenyum lebih banyak dan memiliki bahasa tubuh yang lebih positif.

Dan indikator fisiologis menunjukkan bahwa tubuh mereka juga mengelola respons stres lebih baik daripada subjek tes yang diajarkan untuk mengabaikan stres atau tidak diberi saran sama sekali.

Psikolog Stanford, Kelly McGonigal, telah menjadi jagoan untuk memikirkan kembali stres, mencatat bahwa pendekatan yang tepat dapat membuat Anda lebih pintar dan kuat. TED-nya berbicara tentang hal ini, “Cara Membuat Stres Temanmu,” telah dilihat 14 juta kali.

“Apa yang saya pelajari dari studi-studi ini, survei dan percakapan benar-benar mengubah cara saya berpikir tentang stres,” tulis Dr. McGonigal dalam bukunya “The Upside of Stress: Mengapa Stres Baik untuk Anda, dan Bagaimana Mendapatkannya dengan Baik.” “Cara terbaik untuk mengelola stres bukanlah untuk mengurangi atau menghindarinya, melainkan untuk memikirkan kembali dan bahkan menerimanya.”

Facebook Comments

Ragam Berita

Surabaya Menjadi Tuan Rumah Munas LAPMI ke VIII

Published

on

Fakta99.com – Surabaya – Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS) ke VIII, di Wisma Guru PGRI, Wonokromo, Surabaya, Sabtu (8/9/2018).

Acara yang dihadiri oleh ratusan kader LAPMI HMI lintas daerah serta tamu undangan ini, secara resmi dibuka oleh Ketua Umum PB HMI yang diwakili oleh Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom), Fauzi Marasabesy. Setelah resmi dibuka, acara dilanjutkan dengan workshop Literasi Media dengan narasumber Staf Khusus Presiden RI Bidang Keagamaaan, Dr. Siti Ruhaini.

Fauzi, mewakili Ketua Umum PB HMI memberikan apresiasi terhadap LAPMI sebagai lembaga semi otonom HMI. Dirinya berharap, dalam Munas kali ini, LAPMI dapat mengkonsolidasikan ide secara nasional, untuk menyamakan persepsi dengan kepemimpinan PB HMI demi mencapai cita-cita HMI.

“PB HMI berharap agar Munas LAPMI ke VIII bisa menghadirkan kepemimpinan seperti yang diharapkan guna melanjutkan perjuangan HMI,” lanjut Kabid Infokom PB HMI tersebut.

Menurutnya, LAPMI sangat bersinergi dengan bidang Kominfo PB HMI. Oleh karenanya menurut Fauzi, fasilitas yang sudah diakses oleh bidang Kominfo PB HMI kedepan bisa diisi ruang-ruang ide yang mencerminkan intelektualitas HMI.

Sementara itu, Direktur LAPMI PB HMI, Muhammad Shofa menjelaskan bahwa, MUNAS LAPMI tidak hanya sekedar regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memberikan bekal basis pengetahuan kepada semua kader LAPMI tentang literasi media.

Selain itu, Shofa juga mengajak semua anggota LAPMI untuk menggebyarkan kembali islam washatiyah yang pernah lahir dari rahim HMI namun dilupakan oleh kader HMI saat ini. “Maka, momentum munas ini kita akan mengambil kembali wacana Islam Washatiyah yang pernah diWacanakan para pendahulu HMI,” tegasnya.

Munas merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi bagi LAPMI PB HMI untuk menetapkan Pedoman Dasar/Pedoman Rumah Tangga, Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban, serta menetapkan Formateur dan Mide Formateur. Setelah resmi dibuka, nantinya akan dilanjutkan agenda sidang pleno Munas ke VIII LAPMI PB HMI hingga ditutup pada tanggal 12 September 2018.

Facebook Comments

Continue Reading

Ragam Berita

Arnita Rodelina Mahasiswi IPB Dicabut Beasiswa Karena Masuk Agama Islam

Published

on

Fakta99.com – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengatakan pihaknya akan mengusahakan agar Arnita Rodelina Turnip tahun ini bisa melanjutkan kuliah kembali di IPB. Arnita adalah mahasiswi IPB mendapat beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, lalu beasiswa itu dicabut secara sepihak oleh Pemkab Simalungun diduga karena Arnita pindah agama menjadi Islam.

Akibat penghentian beasiswa itu, Arnita tidak melanjutkan kuliah di IPB sejak semester 2 karena tidak sanggup membayar biaya kuliah. Ia pun harus menunggak biaya ke IPB hingga mencapai Rp 55 juta. Arnita tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Kehutanan di IPB angkatan 2015.

“Saya kira lagi diproses, Insya Allah bisa (kuliah lagi di IPB). Jadi statusnya kan bukan DO (Drof Out), tapi (mahasiswa) nonaktif. Dan dia punya semangat belajar tinggi dan bagus, ya kita aktivasi, dia mengajukan aktivasi, kita proses,” kata Arif dikutip Fakta99.com dari kumparan, Rabu (01/08/2018).

Arif menyatakan pihaknya saat ini akan fokus mengusahakan agar Arnita bisa kuliah kembali di IPB, sehingga untuk tunggakan uang yang dimiliki Arnita dapat dibicarakan kembali dengan pihak terkait lainnya. “Yang penting yang bersangkutan bisa aktif kembali, soal biaya dan sebagainya, itu kita selesaikan,” ucap Arif.

Semenjak tidak kuliah di IPB, Arnita mengambil kuliah kembali di Universitas Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA) Jakarta, namun Artina mengutarakan niatnya untuk kuliah kembali di IPB. Menanggapi hal itu, Arif mengemukakan pihaknya menyerahkan kepada Arnita sebagai sebuah pilihan.

“Mau pindah atau gimana ya terserah dia. Tapi yang jelas saya hanya usaha dengan beliau untuk urusan akademik saja. Aktivasi lagi, proses, enggak ada masalah,” tuturnya.

Arif menegaskan IPB tidak tahu menahu dengan adanya penghentian beasiswa yang dilakukan oleh Pemkab Simalungun karena dugaan Arnita pindah agama. Ia mengaku sudah mengirim surat konfirmasi kepada Pemkab Simalungun namun tidak mendapat jawaban yang pasti.

“Kurang tau (soal kasus ini). Kami udah minta surat untuk konfirmasi, emang tidak ada jawaban yang pasti, sebenernya kejadian ini kan tidak hanya satu, tapi beberapa. Artinya ada kabupaten yang memutus beasiswa itu bukan hanya ini aja, kadang-kadang ada pergantian kepemimpinan, bupati dan sebagainya. Ada faktor seperti itu, sehingga enggak diteruskan,” paparnya.

“Sebenarnya enggak ada masalah dengan IPB, dan sekarang sudah diproses untuk diaktivasi (status mahasiswa Arnita),” ujar Arif.

Penghentian pemberian Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kepada Arnita Rodelina Turnip menuai polemik. Sebab, ada dugaan penghentian beasiswa itu lantaran Arnita berpindah agama menjadi Islam. Kejadian itu terungkap saat ibunda Arnita bernama Lisnawati (43), warga Desa Bangun Raya, Simalungun, mengadu kepada Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara.

Arnita menyakini Pemkab Simalungun mencabut beasiswa itu sejak dia memutuskan untuk menjadi seorang Muslim. Hal itu disebabkan karena tak ada satu poin pun pelanggaran yang dia lakukan saat menerima beasiswa tersebut.

“Saya tidak melanggar satu pun dari MoU. Indeks Prestasi (IP) saya di atas 2,5. Saya juga membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), tapi di semester dua, teman-teman saya dananya cair, saya doang yang tidak. Namun saya tetap kuliah lanjut semester tiga hingga lanjut UTS,” kata Arnita, Selasa (31/7).

MoU yang dimaksud Arnita adalah surat pernyataan yang ditanda tangani di atas materai olehnya pada 2015 silam. Dalam surat pernyataan itu, disebutkan bahwa penerima beasiswa akan gugur apabila tidak mendapat IP tak lebih dari 2,5, dikeluarkan dari kampus (dropped out), hingga tidak menyelesaikan laporan pertanggungjawaban.

Pemerintah Kabupaten Simalungun membantah pemberhentian program beasiswa kepada Arnita dengan alasan pindah agama. Sekretaris Daerah Pemkab Simalungun, Gideon Purba mengungkapkan alasan pemberhentian beasiswa tersebut dikarenakan Arnita sempat tidak aktif kuliah.

“Jadi begini, bukan karena itu (pindah agama), tapi memang dia enggak aktif kuliah, gitu aja,” ujar Gideon kepada kumparan, Selasa (31/7).

Sementara Kepala Ombudsman Abyadi Siregar mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti terkait laporan itu. “Ini kasus sangat sensitif. Laporannya ke Ombudsman, ada kebijakan Pemkab Simalungun diduga berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan),” kata Abyadi dalam keterangan yang diterima kumparan, Senin (30/07/18).

Dikutip dari kumaran

Facebook Comments

Continue Reading

Ragam Berita

UGM, UI Hingga UGM Masuk Daftar 200 Universitas Terbaik Asia

Published

on

Fakta99.com – Lembaga pemeringkat, 4ICU Uni Rank, kembali merilis data peringkat 200 universitas terbaik di Asia. Terdapat 8 universitas asal Indonesia yang masuk daftar tersebut.

Pemeringkatan 4ICU adalah lembaga dunia yang merangking seluruh Universitas di dunia dinilai dari berbagai faktor, seperti secara resmi diakui, berlisensi dan atau diakreditasi oleh badan-badan nasional atau regional seperti Departemen Pendidikan Tinggi atau organisasi akreditasi yang diakui pemerintah.

Resmi berlisensi atau berwenang untuk memberikan setidaknya gelar sarjana empat tahun (Gelar Sarjana) dan atau gelar pascasarjana (Gelar Master dan Doktor). Menyediakan program pendidikan tinggi terutama dalam format pembelajaran tatap muka tradisional yang disampaikan melalui fasilitas di tempat.

Berdasarkan perhitungan 4ICU Uni Rank, terdapat 8 universitas negeri yang masuk perhitungan. Berikut ini daftarnya tahun 2018 seperti dilansir laman resmi 4icu, Jakarta, Senin (30/7/2018)

  1. Universitas Gajah Mada di posisi 43;

  2. Universitas Indonesia di posisi 107;

  3. Universitas Sebelas Maret di posisi 120;

  4. Universitas Diponegoro di posisi 171;

  5. Institut Pertanian Bogor di posisi 175;

  6. Universitas Brawijaya di posisi 181;

  7. Universitas Airlangga di posisi 184; dan

  8. Universitas Negeri Yogyakarta di posisi 190.

Facebook Comments

Continue Reading

Iklan

Trending