Connect with us

Politik

Pemimpin Visioner

Published

on

Fakta99.com – Ketika terjadi great depresi tahun 1932 di AS, apa yang dilakukan pemerintah AS? Mengeluarkan kebijakan stimulus melalui Anggaran nasional untuk membangun jalan kereta dan jalan raya menghubungkan timur dan barat. Ini proyek ambisius. Padahal secara ekonomi kekinian sulit untuk mendatangkan laba. Tetapi AS menjadikan kebijakan itu untuk keluar dari krisis walau dananya dari penerbitan obligasi. Hasilnya terbukti benar. Ekonomi AS cepat keluar dari krisis. Dan sejak itu pertumbuhan ekonomi meluas merata di setiap negara bagian. China juga sama. Ketika usai revolusi kebudayaan. China tertinggal jauh dari negara lain. Deng menerapkan kebijakan pembangunan infrastruktur ekonomi secara luas. China memang tidak menarik utang terlalu besar untuk membiayai program stimulus itu. China memotong dana sosial sampai 90%. Sehingga praktis tidak ada lagi jaminan sosial terhadap rakyat. Terbukti hanya dalam waktu 10 tahun ekonomi China melesat sebagai negara produsen.

AS dan China contoh dua negara yang menerapkan politik berbeda namun menjalankan prinsip ekonomi yang sama. Apa itu ? kekuatan pasar. China paska revolusi kebudayaan membangun kemandirian rakyat lewat penyediaan infrastruktur dan kebijakan tarif untuk membantu industri hilir lewat subsidi industri hulu. AS juga sama. Memberikan insentif kepada industri hulu dan menjamin biaya logistik efisien. Sehingga daya saing AS dan China tinggi. Saya tidak akan membahas lebih jauh tetang derivat kebijakan ekonomi AS dan China yang pro pasar. Saya hanya ingin memberiakn indikasi bahwa pembangunan infrastruktur ekonomi itu adalah sangat fital kalau ingin kemandirian rakyat terjadi. Mengapa ? Roda ekonomi hanya dapat berputar apabila distribusi barang dan jasa lancar. Dan itu butuh insfrastrktur ekonomi berupa bandara, pelabuhan, jalan dll.

Saya masih ingat tahun 80an ketika Jalan Toll Shenzhen Guangzhou dibangun. Hampit tidak ada yang lewat. Jalan toll sepanjang lebih 100 KM yang dibangun oleh Investor dari hongkong itu nampak tidak menjanjikan laba. Tetapi di mata investor semacam Lee Ka Shing itu lain. Pemerintah china memberikan visi kepada Lee bagaimana masa depan Shenzhen dengan dibangunnya jalan Toll. Benarlah tahun 1990an atau lima tahun setelah jalan toll itu dibangun terjadi perluasan pemukiman baru dilintasan tol. Ada Dongguan, Changping, Camuto. Kota itu merupakan kota industri yang tumbuh pesat karena adanya akses toll. Kini jalan toll zhenzhen- guangzho merupakan jalan tol terpadat didunia.

Kalau anda perhatikan daerah Cikarang, Bekasi , Tangerang banyak tumbuh industri. itu karena adanya jalan toll. Artinya dimana ada akses jalan yang cepat maka disitulah industri tumbuh. BIla industri tumbuh maka kegiatan ekonomi lainnya seperti pasar, hotel dll juga akan tumbuh, Itu dampak berganda adanya infrastruktur ekonomi. Saya yakin dalam lima tahun kedepan , Jawa Tengah akan dipadati oleh pabrik dengan tumbuhnya kawasan industri akibat jalan Toll sudah terhubung disemua daerah. Juga daerah lain seperti Jawa Timur, jawa barat, Sumatera, sulawesi, kalimantan. Memang untuk bisa masuk ke bisnis Toll diperlukan investor istitusi yang punya visi jangka panjang. Saat sekarang yang punya itu adalah BUMN dengan Jokowi sebagai key player nya.

Tetapi dalam jangka panjang, saya yakin swasta nasional dan asing akan muncul juga karena semakin maraknya pasar pembiayaan infrastruktur. Jadi bagi orang yang terbiasa bisnis rente atau instant tentu jalan toll yang menarik hanyalah didaerah yang padat. Tetapi sorry, jalan yang padat itu milik BUMN. Swasta silahkan ambil didaerah yang masih rendah traffic nya. Tentu swasta yang punya visi..Engga punya visi…kumur kumur ajalah.

Facebook Comments

Politik

Wagub DKI Jakarta Ajak Warganet Suport Berita Positif saat Asian Games

Published

on

Fakta99.com -Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, Pemprov DKI akan langsung menangani keluhan warganet yang melaporkan jalur sepeda di kawasan GBK yang terhalang tiang listrik.

“Pasti akan ditangani. Itu harus jago sedikit. Jadi banyak yang akan timbul yang aneh-aneh seperti itu. Kalian laporin aja terus, aktifin aja di sosmed kan masuk ke CRM, citizen reporting mechanism itu langsung teregister. Paling mudah sih laporin ke dki.Jakarta.go.id karena itu dilihat semua,” kata Sandiaga di kawasan Thamrin, Selasa (31/07/2018).

Sandiaga mengatakan, ke depan makin banyak laporan warganet yang aneh-aneh. Dia mengaku tidak capek dengan segala nyinyiran warganet, namun, khusus saat Asian Games dia meminta ada gencatan senjata.

“Gak capek sama sekali. Ini kesempatan kita bersatu. BUMD tunjukkan bisa bersatu, masyarakat bisa berarti. Semua antusias. Saya juga menyerukan gencatan senjata, gerakan gencatan nyinyir masal (GNM) dengan pasukan ibu jari,” kata Sandi.

Politisi Gerindra itu meminta warganet dan media menyebarkan berita-berita positif yang membangkitkan semangat atlet, bukan kabar nyinyir atau hoax.

“Kita perlu meraih target 22 emas. Yang perlu dukungan masyarakat, kaau kita bisa angkat berita-berita inspiratif, bisa bangkitkan semangat atlet,” tandas Sandiaga.

Facebook Comments

Continue Reading

Politik

Pertemuan 4 Mata SBY-Prabowo di Kertanegara Bahas Komposisi Terkait Pilpres

Published

on

Fakta99.com – Pertemuan empat mata Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jilid II di kediaman Prabowo, Kertanegara, saat ini masih berlangsung. Keduanya melakukan pembicaraan terkait berbagai hal antara lain koalisi serta komposisi capres-cawapres di Pilpres 2019.

SBY dan Prabowo bertemu di sebuah ruangan dengan ditemani kopi. Terlihat baik SBY dan Prabowo, membawa paperyang diduga terkait program-program kerja di 2019. Nantinya program ini akan disepakati dan dikerjakan bersama.

Waketum Demokrat Syarief Hasan mengatakan, pertemuan Prabowo dan SBY kali ini akan mengkonkretkan platform yang akan diusung di 2019.

“Pertama kita ingin mengkronkretkan platform bersama, ini mulai dikupas misalnya program pemberdayaan rakyat, kesehatan rakyat, hal hal seperti ini akan dibahas,” ujar Syarief di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/07/18).

Terkait komposisi capres-cawapres, Syarief mengatakan hal tersebut akan dibahas bersama dengan seluruh partai koalisi yang lain seperti PAN dan PKS.

Nanti malam, setelah pertemuan dengan Prabowo, SBY akan menemui Presiden PKS Sohibul Iman di Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta Selatan.

Hingga saat ini, pertemuan SBY dan Prabowo masih berlangsung.
Fakta99.com kutipan kumoaran.com

Facebook Comments

Continue Reading

Ekonomi

Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Mewujudkan Stabilitas Harga dan Pertumbuhan Ekonomi

Published

on

Fakta99.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menekankan bahwa Pemerintah akan terus berupaya untuk mendukung pengelolaan stabilitas makroekonomi, khususnya melalui pengendalian inflasi dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Pembangunan infrastruktur terus didorong Pemerintah, tidak hanya di Jawa, tapi juga di seluruh wilayah nusantara. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden RI saat membuka dan memimpin langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi, 26 Juli 2018 di Jakarta.

Rakornas Pengendalian Inflasi diselenggarakan bersama oleh Bank Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan dengan mengangkat tema “Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Mewujudkan Stabilitas Harga dan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif Serta Berkualitas”.

Tema tersebut selaras dengan prioritas Pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur nasional yang pada gilirannya akan memperkuat efektivitas pengendalian inflasi. Turut hadir dalam Rakornas adalah para Menteri serta pimpinan lembaga terkait, Panglima TNI dan Kapolri, serta 532 TPID dari 34 provinsi dan 498 kabupaten/kota.

Presiden RI membuka arahan dengan menyampaikan beberapa hal untuk menjadi perhatian bersama. Ketidakpastian ekonomi global yang tinggi perlu untuk terus diantisipasi karena dapat mengganggu keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, perlu dilakukan perbaikan neraca transaksi berjalan melalui peningkatan produk berbasis ekspor maupun substitusi impor, termasuk sektor pariwisata.

Presiden RI juga menekankan pentingnya peran Pemerintah Daerah untuk mendorong investasi dan pembangunan infrastruktur konektivitas serta kemudahan berusaha melalui penyederhanaan dan percepatan perizinan antara lain dengan model pelayanan perizinan terintegrasi yang cepat, murah, dan memberi kepastian (Online Single Submission/ OSS).

Lebih lanjut, Presiden RI juga menekankan perlunya upaya pengendalian inflasi melalui upaya mewujudkan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi. Dalam kaitan ini, Presiden RI menggarisbawahi pentingnya upaya untuk mendorong perdagangan antardaerah sehingga daerah yang mengalami surplus barang dapat memberikan pasokan ke daerah lain yang mengalami defisit.

Upaya mendorong pembangunan pasar-pasar pengumpul di berbagai daerah juga perlu terus dilakukan untuk mengurangi biaya transportasi perdagangan antardaerah. Selain itu, untuk menjaga ketersediaan pasokan, Presiden RI menekankan pentingnya peran Kepolisian Republik Indonesia untuk turut menjaga berjalannya mekanisme pasar antara lain dengan mencegah terjadinya penimbunan barang yang berlebihan.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia dalam laporannya secara ringkas menyampaikan beberapa capaian penting pengendalian inflasi. Inflasi nasional selama tiga tahun terakhir (2015-2017) dapat dijaga berada dalam kisaran target 4,0±1%, didukung oleh capaian inflasi di seluruh kawasan.

Realisasi inflasi volatile food juga semakin menurun, bahkan pada 2017 mencatatkan angka terendah dalam 13 tahun terakhir (2005-2017). Pencapaian penting pengendalian inflasi ini merupakan buah dari koordinasi kebijakan yang semakin kuat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

Bank Indonesia mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melalui berbagai program inovatif yang telah dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID). Hingga pertengahan 2018, inflasi tetap terkendali dalam rentang sasaran 3,5±1%. Bahkan, realisasi inflasi periode Idul Fitri 2018 lebih rendah dibandingkan tiga tahun terakhir (2015-2017). Keberhasilan ini sangat penting karena menentukan capaian inflasi di akhir tahun ini dan tahun-tahun ke depan. Konsistensi kita dalam mengendalikan inflasi perlu dipertahankan, mengingat sasaran inflasi ke depan akan semakin rendah hingga 3,0±1% pada 2020-2021.

Pada Rakornas kali ini, Presiden RI juga menyerahkan penghargaan TPID Terbaik dan TPID Berprestasi kepada daerah-daerah dengan kinerja terbaik di tahun 2017.

Facebook Comments

Continue Reading

Iklan

Trending