Connect with us

Berita Daerah

Pengelolaan Tidak Baik, Pelabuhan Di Danau Toba Dikuasai Preman

Published

on

KM Sinar Bangun. (foto: Facebook)

Fakta99.com – Pengelolaan pelabuhan di Danau Toba, Sumatera Utara tidak berjalan dengan baik. Akibat longgarnya pengawasan, pengaturan sepenuhnya di dermaga telah dikuasai oleh preman.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiadi, pada dasarnya pengelolaan seluruh kegiatan di dermaga sudah diserahkan kepada Dinas Perhubungan setempat.

Namun dalam pelaksanaanya yang meliputi pengecekan kapal, melihat penumpang (muatan) hingga berhak memberi izin jalan kapal saat ini bukan lagi ditangani pemerintah daerah.

Sementara untuk pengelolaan kelaikan dan menerbitkan surat-surat terkait kapal yang beroperasi masih berada di tangan Dinas Perhubungan Provinsi.

“Tapi selama ini yang bermain di sana adalah mekanisme pasar, siapa yang menguasai? Ya, preman,” kata Budi di kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (22/06/2018).

Ia sendiri mengaku terkejut setelah melihat kondisi tersebut. Di lokasi itu, Budi menilai sudah terjadi pembiaran atas praktik tersebut.

“Ya katakanlah otoritas (Dishub) mungutin seribu perak, lalu urusan lain ya urusan kamu. Dan ini sudah jadi pembiaran cukup lama banget,” katanya.

Ia pun menyatakan bakal membenahi seluruh pengelolaan dermaga yang ada di danau tersebut. Tidak terkecuali, pembenahan akan dilakukan secara nasional.

“Dan sekarang terkuak, ternyata sudah lama ini. Kenapa tidak dari dulu-dulu ini ketahuan. Nah, sekarang saya tidak bisa diam,” kata Budi.

KM Sinar Bangun yang bertolak dari Dermaga Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun di Danau Toba tenggelam pada Senin (18/6) sekitar pukul 17.30 WIB.

Belum diketahui apa penyebab dari tenggelamnya kapal tersebut. Namun kuat dugaan kapal dengan ukuran 17 GT (Gross Tonnase) tenggelam akibat kelebihan muatan.

Dugaan itu juga diperkuat lantaran Kemenhub belum menerima manifes (daftar isi muatan kapal) dan surat izin berlayar (SIB) KM Sinar Bangun dari unit pelaksana teknis (UPT) terkait.

“Soal kelebihan muatan, kami tidak bisa simpulkan langsung, tapi potensi kelebihan ada. Ditandai dengan tak beraninya mereka (UPT) memberikan manifes dan tidak dikeluarkan SIB. Itu satu indikasi ada kecurangan terjadi,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (*)

Facebook Comments

Berita Daerah

DKR Pramuka Baros Kupulkan 10 Juta Bantuan Korban Palu

Published

on

Dewan Kerja Ranting Pramuka baros gelar dan Puluhan angota Pramuka turun ke jalan melakukan aksi penggalangan dana untuk korban gempa dan Tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Aksi penggalangan dana ini dilakukan selama dua hari dengan cara berkeliling dari rumah warga satu ke warga lainnya di sekita kecamatan baros kabupaten serang.

Misi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kang Rijal selaku ketua dewan kerja ranting baros.

Menurut kang Rijal , aksi penggalangan dana ini dilakukan merupakan bukti kepedulian para anak-anak Pramuka terhadap para korban bencana alam di Sulawesi Tengah

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini bisa meringankan para korban di Palu, Donggala, dan Sigi,” tutur Rijal melalui sambungan via Whatsapp pada Fakta99.com, (08/10/2018).

Rijal menambahkan dana yang terhimpun oleh dewan lerja ranting Pramuka baros terkumpul sekitar 10 Juta Rupiah. Dana tersebut akan dikirim secara kolektif dengan bantuan dari organisasi lain melalui lembaga resmi yang dikelola pemerintah. tungkasnya.

Facebook Comments

Continue Reading

Berita Daerah

Bahaya Penyakit Hepatitis DPR RI & Kementrian Kesehatan Sosialisasikan Pola Hidup Sehat

Published

on

Fakta99.com -Penyakit hepatitis adalah satu dari sekian banyak ancaman kesehatan utama di dunia. Kebanyakan orang yang terinfeksi hepatitis tidak yakin bagaimana mereka bisa mendapat penyakit ini. Ditambah lagi, tidak semua orang terinfeksi penyakit hepatitis akan memiliki gejala. Biasanya mereka menyadari kondisinya di kemudian hari saat penyakit ini telah jauh berkembang.

Untuk pencegahan bahanya penyakit Hepatitis Komisi sembilan (9) DPR RI dan Kementrian Kesehatan RI gelar diskusi publik Gerakan Hidup Sehat (GERMAS) Cafe Dwiza, 13 september 2018 Cipocok Serang Banten.

Yayat Biyaro Anggota DPR RI Komisi 9 mengatakan, Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat peka terhadap kesehatan dan menjalankan pola hidup sehat. Lahirnya sebuah penyakit datang disebabkan dari pola hidup yang tidak sehat. katanya saat menjelaskan dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Penempatan norma-norma dalam kehidupan seperti Norma Agama ini sangat perlu diterapkan dalam kehidupan sebab dalam hal ini sangat penting. Masyarakat akan menghindari hal-hal prilaku negatif jika ia paham dan mendalami agama. Imbuhnya.

Kasubdit Hepatitis dan ISP Kemenkes RI Dr. Sedya Dwisangka mengatakan, Hepatitis ada dua jenis yang pertama Hepatitis bisa berupa hepatitis virus (infeksi virus) atau hepatitis non-virus (hepatitis alkoholik dan hepatitis autoimun). Katanya saat menjelaskan dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Hepatitis virus, Jenis hepatitis ini disebabkan oleh virus yang masuk ke dalam tubuh. Infeksi dapat terjadi melalui penggunaan jarum yang terkontaminasi virus (seperti melalui suntikan narkoba, tato, tindik tubuh, suntikan obat, atau jarum transfusi), tinggal bersama atau melakukan hubungan seks dengan seseorang yang terinfeksi hepatitis, atau menjadi petugas kesehatan yang bekerja dengan pasien hepatitis juga bisa berakibat pada infeksi hepatitis. Ada juga risiko infeksi virus hepatitis jika Anda mengonsumsi sumber air atau makanan yang tidak aman. Maka kita mesti berhati-hati dalam pencegahannya imbuhnya.

Yang kedua Hepatitis non-virus (hepatitis alkoholik dan hepatitis autoimun) ini dapat melemahkan kerja hati sehingga membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi hepatitis. Bahkan, bagi yangbsering konsumsi alkohol bisa lebih mudah banyak terkena penyakit hati seperti perlemakan hati alkoholik (terlalu banyak penumpukan lemak di hati) atau sirosis (kerusakan hati).

Hepatitis autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang hati. Ini normalnya tidak terjadi, tetapi bisa menyebabkan penurunan fungsi hati dan menyebabkan kerusakan hati. Ada dua jenis hepatitis autoimun, dengan hepatitis autoimun tipe 1 lebih umum dibandingkan hepatitis autoimun tipe 2. Penderita hepatitis autoimun juga bisa memiliki gangguan autoimun lainnya, seperti penyakit Celiac, rheumatoid arthritis atau kolitis ulseratif. Tungkasnya

Dalam kegiatan ini dihadiri tokoh masyarakat Kota Serang H. Ubaidillah Kabier sebagai narasumber ratusan masyarakat se-kota serang.

Facebook Comments

Continue Reading

Berita Daerah

Antar Sodara Nikahan, Warga Asal Bayah Hilang Sekejap di Kota Cirebon

Published

on

Fakta99.com – Lebak – Adroni (65) warga asal Kampung Suwakan Desa Suwakan Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten Dikabrakan hilang sekejap di Kota Cirebon. Kabar itu diceritakan Supadni yang merupakan anak dari pria paruh baya yang hilang itu.

Menurut Supadni, bapaknya hilang tepatnya di Jalan Surapandan RT/RW 07/04 Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon Povinsi Jawa Barat pada Minggu (26/8/2018).

Kronologis hilangnya Adroni (65) dijelaskan Supadni saat tengah ikut mengantarkan sodara dikampungnya menikah dengan orang Cirebon dan saat itu pula bapaknya hilang sekejap tanpa ada yang mengetahui.

“Bapak itu hilang sekejap tanpa daksa di acara hajatan (nikahan) gitu. Untuk sekarang warga dan polisi setempat sedang menyelidiki hilangnya bapak saya, soalnya sampe 3 hari 3 malam tapi masih belum ditemukan” jelas Supadni yang merupakan anaknya. Selasa (28/8/2018).

Hilangnya, lanjut kata Supadni, pas kumpul di depan rumah. “Pokonya sebelum hilang juga kata-kata bapak saya ngelantur, sedangkan bapak saya itu sehat dan normal pikirannya” tuturnya.

Supandi juga mengaku ada keanehan pada sosok bapaknya sebalum hilang. “Soalnya ada kejanggalan dari ucapan bapak saya sebelum hilang, pas datang ke Kota Cirebon bapak saya ko bisa tau tentang lokasi tempat disana. Sedangkaan bapak saya belum pernah kesana sama sekali, itu yang bikin aneh” ungkapnya.

Saat ini tambah Supandi, keluarga dan pihak kepolisian sedang mencari bapak saya yang hilang. “Keluarga masih disana karena sampai saat ini belum ditemukan, kami (keluarga) juga mempercayakan seutuhnya kepada Kepolisian Kota Cirebon” tambahnya.

Ia juga berharap, semoga warga yang menemukan bapaknya segara melapor ke no kontaknya yakini bisa menghubungi pihak keluarga di No (0857-1867-1222), “saya mohon dibantu ya” harapnya.

Facebook Comments

Continue Reading

Iklan

Trending