Connect with us

Berita Daerah

Korban KM Sinar Bangun Diduga Terjebak Dalam Bangkai Kapal

Published

on

KM Sinar Bangun sebelum insiden. (foto: Facebook)

Fakta99.com – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiadi menduga korban insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara, masih terjebak di dalam bangkai kapal. Hal tersebut disampaikan Budi setelah melihat desain kapal di Danau Toba.

“Jadi mungkin (penumpang) ya masih di dalam (kapal),” kata Budi di kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (22/06/2018).

KM Sinar Bangun sendiri berukuran 17 Gross Tonnase (GT) dengan dua dek dan satu tambahan di bagian atas. Akses keluar dan masuk kapal, penumpang hanya mengandalkan pintu yang tak terlalu besar. Sedangkan pada bagian jendela sudah ditutup rapat menggunakan teralis oleh pemilik kapal tersebut.

“Kalau ceritanya gini ada beberapa dek, di dalam, lantai dua dan di atas. Yang kemarin selamat mungkin dia itu punya akses keluar lebih mudah. Tapi yang di bawah jendela tidak bisa dibuka, kaca ketutup dan pintu mungkin kecil. Mereka desak-desakan ingin keluar tapi mungkin malah jadi susah keluar,” ujarnya.

Hingga kini bangkai KM Sinar Bangun belum bisa ditemukan pasca kejadian. Pihak Kemenhub bakal menggunakan alat khusus untuk mendeteksi keberadaan bangkai kapal di dalam air.

Alat yang kini sudah berada di Danau Toba itu diyakini dapat melacak keberadaan benda-benda di kedalaman sekitar 400-500 meter. Jarak itu pun sesuai dengan dugaan keberadaan tenggelamnya kapal.

“Itu bisa mendeteksi apa saja yang ada di dasar danau. Karena titik tenggelam yang kemaren disampaikan ya antara segitu jaraknya,” kata dia.

Budi juga menyampaikan bahwa pasca peristiwa tersebut Kemenhub telah menggelar pertemuan dengan para operator kapal. Hasil pertemuan menyebutkan seluruh operator sepakat bakal membenahi armada yang beroperasi di Danau Toba, khususnya demi mengedepankan faktor keselamatan dan keamanan.

Langkah pertama, kata Budi, tiap kapal harus dilengkapi dengan jaket pelampung untuk semua penumpang. Kedua, mereka juga sepakat mengubah konstruksi atau rancangan kapal mulai dari teralis di jendela sampai dengan menghilangkan dek ketiga.

“Lalu lantai tiga itu yang paling atas akan dibongkar karena terlalu tinggi. Dan hari Minggu nanti kami bakal bagikan 1.000 life jacket,” kata Budi. (*)

Facebook Comments

Berita Daerah

DKR Pramuka Baros Kupulkan 10 Juta Bantuan Korban Palu

Published

on

Dewan Kerja Ranting Pramuka baros gelar dan Puluhan angota Pramuka turun ke jalan melakukan aksi penggalangan dana untuk korban gempa dan Tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Aksi penggalangan dana ini dilakukan selama dua hari dengan cara berkeliling dari rumah warga satu ke warga lainnya di sekita kecamatan baros kabupaten serang.

Misi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kang Rijal selaku ketua dewan kerja ranting baros.

Menurut kang Rijal , aksi penggalangan dana ini dilakukan merupakan bukti kepedulian para anak-anak Pramuka terhadap para korban bencana alam di Sulawesi Tengah

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini bisa meringankan para korban di Palu, Donggala, dan Sigi,” tutur Rijal melalui sambungan via Whatsapp pada Fakta99.com, (08/10/2018).

Rijal menambahkan dana yang terhimpun oleh dewan lerja ranting Pramuka baros terkumpul sekitar 10 Juta Rupiah. Dana tersebut akan dikirim secara kolektif dengan bantuan dari organisasi lain melalui lembaga resmi yang dikelola pemerintah. tungkasnya.

Facebook Comments

Continue Reading

Berita Daerah

Bahaya Penyakit Hepatitis DPR RI & Kementrian Kesehatan Sosialisasikan Pola Hidup Sehat

Published

on

Fakta99.com -Penyakit hepatitis adalah satu dari sekian banyak ancaman kesehatan utama di dunia. Kebanyakan orang yang terinfeksi hepatitis tidak yakin bagaimana mereka bisa mendapat penyakit ini. Ditambah lagi, tidak semua orang terinfeksi penyakit hepatitis akan memiliki gejala. Biasanya mereka menyadari kondisinya di kemudian hari saat penyakit ini telah jauh berkembang.

Untuk pencegahan bahanya penyakit Hepatitis Komisi sembilan (9) DPR RI dan Kementrian Kesehatan RI gelar diskusi publik Gerakan Hidup Sehat (GERMAS) Cafe Dwiza, 13 september 2018 Cipocok Serang Banten.

Yayat Biyaro Anggota DPR RI Komisi 9 mengatakan, Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat peka terhadap kesehatan dan menjalankan pola hidup sehat. Lahirnya sebuah penyakit datang disebabkan dari pola hidup yang tidak sehat. katanya saat menjelaskan dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Penempatan norma-norma dalam kehidupan seperti Norma Agama ini sangat perlu diterapkan dalam kehidupan sebab dalam hal ini sangat penting. Masyarakat akan menghindari hal-hal prilaku negatif jika ia paham dan mendalami agama. Imbuhnya.

Kasubdit Hepatitis dan ISP Kemenkes RI Dr. Sedya Dwisangka mengatakan, Hepatitis ada dua jenis yang pertama Hepatitis bisa berupa hepatitis virus (infeksi virus) atau hepatitis non-virus (hepatitis alkoholik dan hepatitis autoimun). Katanya saat menjelaskan dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Hepatitis virus, Jenis hepatitis ini disebabkan oleh virus yang masuk ke dalam tubuh. Infeksi dapat terjadi melalui penggunaan jarum yang terkontaminasi virus (seperti melalui suntikan narkoba, tato, tindik tubuh, suntikan obat, atau jarum transfusi), tinggal bersama atau melakukan hubungan seks dengan seseorang yang terinfeksi hepatitis, atau menjadi petugas kesehatan yang bekerja dengan pasien hepatitis juga bisa berakibat pada infeksi hepatitis. Ada juga risiko infeksi virus hepatitis jika Anda mengonsumsi sumber air atau makanan yang tidak aman. Maka kita mesti berhati-hati dalam pencegahannya imbuhnya.

Yang kedua Hepatitis non-virus (hepatitis alkoholik dan hepatitis autoimun) ini dapat melemahkan kerja hati sehingga membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi hepatitis. Bahkan, bagi yangbsering konsumsi alkohol bisa lebih mudah banyak terkena penyakit hati seperti perlemakan hati alkoholik (terlalu banyak penumpukan lemak di hati) atau sirosis (kerusakan hati).

Hepatitis autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang hati. Ini normalnya tidak terjadi, tetapi bisa menyebabkan penurunan fungsi hati dan menyebabkan kerusakan hati. Ada dua jenis hepatitis autoimun, dengan hepatitis autoimun tipe 1 lebih umum dibandingkan hepatitis autoimun tipe 2. Penderita hepatitis autoimun juga bisa memiliki gangguan autoimun lainnya, seperti penyakit Celiac, rheumatoid arthritis atau kolitis ulseratif. Tungkasnya

Dalam kegiatan ini dihadiri tokoh masyarakat Kota Serang H. Ubaidillah Kabier sebagai narasumber ratusan masyarakat se-kota serang.

Facebook Comments

Continue Reading

Berita Daerah

Antar Sodara Nikahan, Warga Asal Bayah Hilang Sekejap di Kota Cirebon

Published

on

Fakta99.com – Lebak – Adroni (65) warga asal Kampung Suwakan Desa Suwakan Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten Dikabrakan hilang sekejap di Kota Cirebon. Kabar itu diceritakan Supadni yang merupakan anak dari pria paruh baya yang hilang itu.

Menurut Supadni, bapaknya hilang tepatnya di Jalan Surapandan RT/RW 07/04 Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon Povinsi Jawa Barat pada Minggu (26/8/2018).

Kronologis hilangnya Adroni (65) dijelaskan Supadni saat tengah ikut mengantarkan sodara dikampungnya menikah dengan orang Cirebon dan saat itu pula bapaknya hilang sekejap tanpa ada yang mengetahui.

“Bapak itu hilang sekejap tanpa daksa di acara hajatan (nikahan) gitu. Untuk sekarang warga dan polisi setempat sedang menyelidiki hilangnya bapak saya, soalnya sampe 3 hari 3 malam tapi masih belum ditemukan” jelas Supadni yang merupakan anaknya. Selasa (28/8/2018).

Hilangnya, lanjut kata Supadni, pas kumpul di depan rumah. “Pokonya sebelum hilang juga kata-kata bapak saya ngelantur, sedangkan bapak saya itu sehat dan normal pikirannya” tuturnya.

Supandi juga mengaku ada keanehan pada sosok bapaknya sebalum hilang. “Soalnya ada kejanggalan dari ucapan bapak saya sebelum hilang, pas datang ke Kota Cirebon bapak saya ko bisa tau tentang lokasi tempat disana. Sedangkaan bapak saya belum pernah kesana sama sekali, itu yang bikin aneh” ungkapnya.

Saat ini tambah Supandi, keluarga dan pihak kepolisian sedang mencari bapak saya yang hilang. “Keluarga masih disana karena sampai saat ini belum ditemukan, kami (keluarga) juga mempercayakan seutuhnya kepada Kepolisian Kota Cirebon” tambahnya.

Ia juga berharap, semoga warga yang menemukan bapaknya segara melapor ke no kontaknya yakini bisa menghubungi pihak keluarga di No (0857-1867-1222), “saya mohon dibantu ya” harapnya.

Facebook Comments

Continue Reading

Iklan

Trending