Connect with us

Politik

Heboh, Guru SD Dipecat Gara-gara Pilih Ridwan Kamil Ini Tanggapan Kang Emil

Published

on

Fakta99.com – Heboh, baru-baru ini ramai dibicarakan dimedia sosial tentang guru SD ia adalah Robiatul Adawiyah, guru SDIT Darunnajaat Maza di Bekasi, Jawa Barat. Bermula dari potongan percakapan via aplikasi pesan yang menyebar di media sosial.

Dalam percakapan aplikasi pesan itu diketahui saat pilkada Jawa Barat menyalurkan aspirasinya ke Rahmat Effedi, calon wali kota Bekasi dan Ridwan Kamil, calon gubernur Jawa Barat. Aspirasi Robiatul yang berbeda ini rupanya berujung masalah.

(Robiatul Adawiyah, tengah baju biru)

Salah seorang pengurus SDIT itu menilai pilihan Robiatul berbeda dengan kebijakan yayasan. Hingga akhirnya, keluar kalimat agar Robiatul tak mengajar lagi di SDIT tersebut.

Dalam percakapan di grup aplikasi pesan SDIT Darul Mazah, tampak salah seorang guru mengucapkan selamat kepada Robiah karena pilihannya yaitu Ridwan Kamil, menang dalam Pilgub Jabar. Namun, tidak lama setelah itu ada seorang guru bernama Fahrudin mengomentari pilihan Robiatul itu.

“Kok bisa ya bu pilihannya lain? Padahal Yayasan sudah jelas arahan dan pilihannya,” kata Fahrudin dalam percakapan tersebut.

Robiatul langsung menanggapi pertanyaan Fahrudin itu. Ia mempertanyakan balik maksud dari pertanyaan Fahrudin itu, menurutnya pemilu memiliki azas luber dan jurdil (langsung umum bebas jujur dan adil).

“Karena saya punya hati nurani dan penilaian tersendiri, dan pemilu memiliki azas luber dan jurdil. Jadi itu hak setiap orang tanpa harus mengikuti pendapat siapa pun,” ucap Robiatul.

Tanpa disangka, setelah Robiatul memberikan pernyataan itu, Fahrudin yang belakangan diketahui sebagai Kepala Sekolah di Yayasan SMPIT Darul Mazah, memberikan respons yang tidak terduga. Ia memutuskan untuk memecat Robiah.

“Kalau gitu kami hanya mau kerja sama dengan staf yang satu visi dan misi dan gerak. Silakan kalau Ibu tidak nyaman dengan kebijakan kami, masih banyak lembaga yang mungkin satu visi dengan ibu, semoga ini dipahami. Terima kasih atas kerja sama dan kontribusinya selama ini, mohon maaf atas keputusan ini,” beber Fahrudin seperti dikutip dari pernyataan yang menyebar tersebut.

Robiah pun menerima keputusan itu. Namun ia meminta syarat agar diberikan surat pemberhentian dan juga alasan yang jelas.

Ini tanggapan Ridwan Kamil yang di kutip dari akun istagramnya. ” @ridwankamil pada Jumat (29/6/2018), Ridwan menyampaikan terima kasih kepada guru yang bernama Rabiatul Adawiyah itu.

Ridwan meminta Rabiah untuk bersabar atas kejadian ini. Menurut dia, Rabiah adalah orang baik yang sudah memaafkan orang yang merebut haknya.

Ridwan mengatakan, cerita tentang Rabiah ini akan selalu dia ingat. Berikut adalah tanggapan lengkap Ridwan yang dituangkan dalam akun instagramnya :

“Saya menghaturkan terima kasih karena hati nurani dan jari ibu sudah memilih saya kemarin. Tanpa diduga Konsekuensinya ternyata ibu diberhentikan oleh sekolah tempat ibu mengajar hanya dengan via WA, hanya karena beda coblosan dengan arahan sekolah. Sabaaar ya bu. Di Setiap cobaan hidup, selalu hadir juga pertolongan Allah. Di setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Ibu juga orang baik karena sudah memaafkan mereka yang melanggar hak asasi ibu. Ahlak Ibu lah yang akan selalu kami jadikan contoh dan teladan. Insya Allah nanti saya sepenuh hati bantu untuk mencarikan ibu pekerjaan di tempat yang ibu nyaman lahir batin. Hatur nuhun pisan untuk pengorbanannya. Cerita Ibu ini tidak akan pernah saya lupakan. Dan menjadi penyemangat agar saya selalu amanah dan menjaga kepercayaan mereka yang berkorban untuk keyakinannya menitipkan mimpinya kepada saya. Hatur Nuhun,” tulis Ridwan.

Facebook Comments

Politik

Melawan Lupa

Published

on

Fakta99.com – Umat Islam selalu bilang di zolimi oleh penguasa. Anehnya hanya di era Jokowi begitu kencang perasaan terzolimi itu. Padahal era Soeharto lebih terzolimi. Ulama dan tokoh islam di cekal. Salah bicara dalam dakwah, besoknya udah ditangkap. Partai beraliran islam hanya ada satu. Selebihnya di bredel. Di era Jokowi orang bebas demo dan menghujat presiden. Posisi ulama ditempatkan secara terhormat. Dua petinggi NU dan Muhammadiah ditempatkan sebagai wantimpres dan ketua penasehat idiologi. Ketika Era SBY yang merupakan presiden alumni dari universitas Orba era Soeharto politik adem. Tidak ada demo berjilid jilid. Tidak ada aksi ganti presiden. Tidak ada fitnah yang begitu massive seperti era Jokowi. Padahal di era SBY, Habib riziq dijebloskan kedalam Penjara. Di era Jokowi HRS dengan santai berada diluar negeri walau tersangkut banyak kasus.

Dimana dizoliminya ?

SEharusnya tahun 2011 sudah terjadi diverstasi. Freeport engga peduli dengan UU Minerba . Tidak ada yang bilang SBY tidak punya nasionalisme. Divestasi amanah UU dibuat nego dengan Freeport dari 51% jadi 30%. Semua diam dan senang. Padahal itu amanah UU. Berkali kali SBY dan elite politik ke China dan menjalin MOU dengan china untuk pembelian Pesawat dan Pembangkit listrik, namun tidak pernah ada ribut soal negeri ini akan dijajah china seperti sekarang. Proyek Malaka bridge di setujui oleh SBY sebagai kelanjutan proyek OBOR tetapi di era Jokowi dihentikan karena Jokowi tidak ingin Indonesia masuk dalam proyek OBOR sebelum siap bersaing. Mengapa kini Jokowi yang dibilang pro China ?

Di era SBY kesepakatan CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) sebagai kelanjutan dari AFTA ( ASEAN FREE TRADE AREA ) dan kemudian jadi ME ASEAN. Tidak ada orang bilang SBY pro asing karena membuka Indonesia secara bebas dikawasan ASEAN dan ASIAN. Namu di era Jokowi kesepakatan multilateral di revisi dengan mengambil alih jalur udara selat malaka yang selama ini dikendalikan oleh Singapore. Jokowi merengsek mengembangkan jalur pelayaran strategis alternatif ke dua lewat Selat Lombok ke Pacific yang dikuasai AS. Agar Indonesia timur dapat berkembang lebih cepat. Blok MIGAS Mahakam dan Masela yang sekian puluh tahun dikuasai asing dan kini di ambil alih Jokowi. Tetapi mengapa Jokowi dibilang Pro asing ?

JOkowi dibilang tukang gali utang. Padahal waktu SBY harga minyak sedang tinggi. Surplus terjadi sejak tahun 2004. Tidak ada yang suruh SBY bayar utang. Malah suruh SBY membakar uang lewat subsidi BBM. Tidak ada yang bilang SBY tukang utang ketika APBN defisit terjadi. Asalkan subsidi terus diberi. Ribuan triliun uang habis untuk sia sia selama 10 tahun berkuasa. KIni di era Jokowi , negara deifsit. Tetapi pembangunan terus berlanjut. Bahkan angka kemiskinan bisa turun lebih baik sepanjang sejarah. Reputasi Indonesia dipasar uang global semakin tinggi. Karena makro kita sehat padahal kita dalam tekanan krisis global dan defisit anggaran. Di era Jokowi justru program pelunasan hutang dilakukan secara sistematis agar dalam jangka waktu terukur kita bebas dari utang. Tetapi mengapa selalu disikapi miring…

Mengapa ?
Sebetulnya pihak oposan sudah kehilangan cara untuk menjatuhkan Jokowi dengan berbagai issue. Dari rekayasa kasus seakan ulama di zolimi, diteror, PKI, harga naik, rakyat menderita dan lain sebagainya. Karena rakyat sudah semakin cerdas bersikap. Semuanya dianggap oleh sebagian besar rakyat adalah omong kosong. Makanya teori terakhir adalah menggiring indonesia masuk dalam wilayah konplik dengan asing. Agar pemerintah lemah. Tetapi mereka lupa, bahwa Jokowi terlalu cerdas untuk bertikai dengan asing. Orang beradab paham bagaimana mengelola konplik menjadi peluang, mendekatkan yang jauh dan merapatkan yang dekat. Freeprot bukannya dimusuhi tetapi di rangkul jadi anak angkat dibawah ibu asuh Inalum. Baik baik ya jadi anak atau tak jewer.

Facebook Comments

Continue Reading

Politik

KPK Tangkap Anggota Komisi VII DPR RI, Amankan Uang Rp 500 Juta

Published

on

Fakta99.com – Sembilan (9) orang diamanakan KPK diantaranya Anggota DPR RI Komisi VII, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyatakan, sembilan orang diamankan dalam operasi di Jakarta.

“Sejauh ini KPK mengamankan 9 orang, yang terdiri dari unsur anggota DPR-RI, staf ahli, sopir, dan pihak swasta,” ujar Agus , Jumat (13/7/2018).

Dari sembilan orang yang diamankan di DKI Jakarta, KPK turut menangkap anggota Komisi VII DPR berinisial EMS. Bersama EMS dan delapan orang lainnya, tim penindakan juga mengamankan uang ratusan juta.

“KPK mengamankan uang rupiah ratusan juta. Kami duga terkait dengan tugas di Komisi VII DPR-RI. Barang bukti sementara Rp 500 juta. Tunggu konferensi pers besok,” kata Agus.

Diduga penangkapan terhadap EMS berkaitan dengan suap proyek di PLN. Diduga, EMS menerima suap dari pihak swasta berinisial JBK dari Apac Grup Textil.

KPK kini memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status EMS dan mereka yang tertangkap tangan.

Facebook Comments

Continue Reading

Berita Internasional

Erdogan Bersikap, Ekonomi Turki Sakit Keras

Published

on

Fakta99.com – Ekonomi Turki sedang sakit keras. Turki sudah meminta kepada IMF agar mengeluarkan dana rescue untuk menjaga mata uangnya tidak terjun bebas. China dan Rusia akan mempertimbangkan memberikan bantuan agar Turki tidak masuk ke spiral krisis. Tetapi , menurut fund manager di Hong Kong bahwa Turki harus mengikuti standar adjustment yang ditetapkan lembaga kreditur. Kalau engga ya tidak mungkin bantuan diberikan. Erdogan paham betul soal standard adjustment itu. Pemilik uang tidak pernah salah bersikap. Uang adalah akal sehat itu sendiri. Diantara syarat itu adalah Turki harus menjamin stabilitas politik sebagai dampak dari kebijakan yang akan dikeluarkan untuk recovery economy. Hal ini sama dengan yang diterapkan kepada Arab Saudi.

Tentu ketika kampanye Erdogan tidak bicara tentang kesepakatannya dengan kreditur itu. Tetapi setelah terpilih kembali untuk periode kedua, maka kebijakan keras demi stabilitas politik diterapkan. 18.632 PSN dipecat. Sekitar 9.000 diantaranya merupakan anggota kepolisian, lebih dari 6.000 lainnya adalah personel tentara, dan ratusan sisanya merupakan guru dan dosen dipenjuru Turki. Bukan itu saja , Paspor mereka juga dicekal oleh pemerintah. Tidak hanya sampai pada PNS, tetapi juga 12 Ormas dibubarkan , tiga surat kabar dan satu saluran TV dibredel. Mengapa ? mereka inilah yang menjadi acaman Turki untuk keluar dari krisis. Yang selalu mengusung racun populis untuk merebut kekuasaan. Pengaruh oposan meracuni mereka sampai ke tingkat PNS dan Aparat polisi.

Erdogan adalah ciri pemimpin khas yang menerapkan idiologi kekuasaan islam yang totaliter. Bagi Erdogan siapapun yang maragukan kekuasaannya adalah musuh yang harus dihabisi. Tidak ada istilah polemik seperti dalam sistem demokrasi. Tidak debat terpelajar dan akal sehat. Haters , harus disingkirkan. Titik. Kalau zaman Khilafah Turki Ustamani, para hater di penggal lehernya , bahkan kelompok Yahudi Amernia dibantai secara massal. Ini bukan soal kemanusiaan tetapi bagaimana khilafah haru tegak. Kelompok oposisi Islam di Indonesia sepertinya tidak jauh beda dengan cara berpikir Turki dan Erdogan ini. Ketika kampanye mereka sangat populis dan penuh kasih. Tetapi ketika berkuasa cerita akan sangat berbeda. Mereka tidak membela rakyat tetapi membela kelompok dan kekuasaannya.

Teman saya fund manager di Hong Kong berkata bahwa yang luar biasa dari Jokowi adalah dia mampu memimpin dengan sistem demokrasi dan mengajak orang bermental demokrat. Bukan dengan retorika tetapi dengan keteladanan sikapnya yang terbuka menerima perbedaan dan terbuka terhadap kritik terhadap dirinya. Dari peberdaaan itulah dijadikannya senjata untuk bermain cerdas dengan faksi yang ada di Indonesia. Dari sana pulalah kebijakan reformasi APBN, Pajak, Politik dapat dilahirkan. Hasilnya, indonesia menjadi negara responsip terhadap perubahan, bukan negara represif terhadap perubahan. Yang lemah sencara mental, berubah menjadi kuat dan realistis, Yang tidur dibangunkan agar bangun untuk kerja. Yang culas disingkirkan secara elegant. Seharusnya Erdogan belajar dari sosok Jokowi.

Facebook Comments

Continue Reading

Iklan

Trending