Connect with us

Jakarta

Masa Aksi 67 Diblokade, Ini Tuntutannya

Published

on

Fakta99.com – Lagi-lagi ribuan masa aksi banjiri ibu Kota Jakarta, kali ini gerakan aksi menamakan Aksi 67. Aksi yang digelar siang tadi Jumat, (06/07/18) di Jakarta Pusat.

Masa aksi yang menuju kementerian dalam negeri dari Presidium Alumni 212 diblokade di depan Gedung Pertamina, Jalan Merdeka Timur, arah Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Ratusan personel pengamanan gabungan dari TNI, Polairud, dan Sabhara, memblokade seribuan massa aksi 67. Alhasil massa aksi mengirim sejumlah perwakilan ke Gedung Kementerian Dalam Negeri untuk Bertemu Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo.

Hasil pantauan Fakta99.com akhirnya massa Aksi 67 menggelar orasi di depan Gedung Pertamina Jalan Merdeka Timur.

Salah satu Orator Aksi 67 Ustaz Bernard Abdul Jabbar menyampaikan teriakannya dari atas mobil meminta keadilan agar kasus penistaan agama segera diproses dan mendesak Mendagri Tjahjo Kumolo dicopot.

Dirinya mengatakan merasa kecewa karena Bareskrim Polri menghentikan kasus ujaran kebencian dengan terlapor politikus NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat.

“Kasus-kasus yang terjadi hampir semua kasus diberhentikan oleh bareskrim termasuk kamo tanyakan tentang pemberian SP3 kepada Bu Sukmawati,” teriak dia diikuti sorakan kecewa peserta aksi. Tuturnya

Lanjut Bernard pihaknya bakal kembali melaksanakan aksi di depan Bareskrim apabila kasus-kasus penistaan agama tidak diproses oleh pihak kepolisian.

“Andai satu bulan belum ada tindakan apa-apa siap kembali ke sini?” Tegas dia

Sebelumnya Massa Aksi 67 menggelar unjuk rasa di depan Kantor Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, di dekat Stasiun Gambir, Jakarta.

Mereka menuntut polisi segera memproses beragam kasus mangkrak di kepolisian seperti dugaan kasus ujaran kebencian kader Partai NasDem Viktor Laikosdat, Ade Armando dan SP3 Kasus Sukmawati.

Facebook Comments

Jakarta

Piala Dunia, Anies Baswedan Dukung Kroasia, Akui Perancis Cerdik

Published

on

Fakta99.com – Rupanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengamati permainan timnas Kroasia, Ia mendukung tim berkostum papan catur itu. Anies mengakui kecerdikan Perancis di laga Final Piala Dunia 2018 saat berhadapan dengan Kroasia sehingga berhasil keluar sebagai juara.

“Ya jadi hasilnya kita lihat kemarin Perancis lebih cerdik mengambil peluang,” kata Anies di Jakarta Timur, Senin (16/07/2018). Dilansir cnnindonesia.com

Meski kalah, Anies menilai tim berjuluk Vatreni itu patut diperhitungkan di laga setelah piala dunia.

Sebab, kata Anies, Krosia yang dianggap sebagai tim underdog dan tidak pernah diperhitungkan selama ini mampu menembus babak final Piala Dunia.

“Dia (Kroasia) telah mengejutkan konstelasi sepak bola dunia,” ujarnya.

Lanjutnya, Prestasi Krosia tersebut, menjadi pelajaran bagi semua pihak tentang bagaimana team work atau kerja sama yang baik.

“Ini pelajaran bagi semua sebetulnya,team work yang kuat, keseriusan dan kerja keras, ketenangan menjadi kunci,” tutur Anies.

Di sisi lain, Anies mengungkapkan malam tadi dirinya menonton pertandingan final Piala Dunia tersebut bersama anak-anaknya di rumah. Alasannya, karena momen piala dunia hanya terjadi empat tahun sekali.

“Final sengaja saya di rumah dengan anak-anak bersama-sama dan mudah-mudahan ini jadi pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka,” kata Anies.
Anies sebelumnya mengaku mendukung Krosia di laga final Piala Dunia 2018.

“Kalau untuk pesan perubahan saya pilih Kroasia,” kata Anies di Jakarta Pusat, Kamis (12/7).

Dukungan kepada Krosia itu diberikan Anies karena sejumlah tim yang ia jagokan sebelumnya tidak ada yang melaju hingga babak final. Tim tersebut antara Arab Saudi, Jerman, dan Belgia.

Dalam laga final yang digelar di Stadion Luzhinki, Perancis berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2.

Facebook Comments

Continue Reading

Jakarta

KPU Membolehkan Capres Galang Dana Masyarakat, Asal Sesuai Undang – undang

Published

on

Fakta99.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengaku membolehkan partai politik atau pasangan calon peserta pemilu untuk menggalang dana ke masyarakat asal sesuai dengan ketentuan Undang-undang.

Seperti halnya, Ungakap dia, penggalangan dana yang pernah dilakukan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Di Undang-undang itu memperbolehkan dana kampanye, regulasi memang membuka ruang pada peserta pemilu untuk mengumpulkan dana kampanye dari individu-individu maupun yang berbadan hukum,” kata Arief saat di temui di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Minggu (24/Juni/2018).

Arief menegaskan bahwasanya ada mekanisme dan aturan bagi parpol atau pasangan calon peserta pemilu dalam mengumpulkan dana.

Pertama, Ucap Arief, parpol dan para paslon peserta pemilu tidak boleh sembunyi-sembunyi atau ada yang dirahasiakan harus transparan terkait jumlah dana yang didapat selama pengumpulan.

“Contohnya dari individu-individu atau badan hukum, kedua identitas penyumbang harus jelas transparasinya. Jika sumer dan asal usulnya tidak jelas, dari mana sumbangan berasal nah itu yang enggak boleh dipakai,” Papar Arief.

Selanjutnya Arief menambahkan, Pihak terkait juga wajib mengumumkan berapa jumlah besar kecilnya dana yang diperoleh dari hasil pengumpulan, termasuk tentang sumber dananya.

“Salah satunya enggak boleh dari hasil korupsi, dari dana asing. Ketiga identitas lengkap, harus disertakan. Jadi enggak boleh dari anonymus atau noname,” imbuhnya.

Parpol dan paslon peserta pemilu harus melaporkan ke pihak KPU terkait pendapatan dan penggunaan dana yang didapat dari hasil penggalangan tersebut.

“Jika dana-dana yang dikumpulkan alan digunakan untuk apa, ini harus dilaporkan, dengan syarat-syarat itu ketentuan yang berlaku,” pungkas Arief.

Facebook Comments

Continue Reading

Iklan

Trending