Connect with us

Olahraga

Lolos ke Final Marcus & Kevin Indonesia Open 2018 Usai Tundukkan Fajar/Rian

Published

on

Fakta99.com – Pemain Bulu tangkis Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo, berhasil melangkah ke partai final Indonesia Open 2018. Tiket ke laga pemungkas ini didapatkan usai mengalahkan sesama pasangan Indonesia lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Bertanding di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu (7/72018), ‘Duo Minions’ sapaan akrab Marcus/Kevin mengalahkan Fajar/Rian dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 21-12 dalam pertandingan berdurasi 26 menit.

Pertandingan dimulai dengan tempo cepat dari kedua pasangan, tapi Fajar/Rian mampu unggul lebih dulu dengan skor 3-1. Marcus/Kevin langsung menyamakannya usai pukulan Marcus salah diantisipasi. Tak berselang lama, mereka berbalik unggul 6-4 setelah pukulan Rian keluar.

Kecepatan dan ketajaman Marcus/Kevin bertambah semenjak berbalik unggul dan skor pun menjauh menjadi 8-4 setelah smes keras Kevin tak bisa dibendung. Fajar/Rian sebetulnya bisa memberikan perlawanan, tapi momentum pertandingan telanjur jadi milik Marcus/Kevin. Interval pertama pun berakhir dengan skor 11-7.

Gelagat perlawanan kembali ditunjukkan Fajar/Rian saat memulai interval kedua dan berhasil menipiskan jarak menjadi 11-13. Namun, momentum ini tidak berusia lama setelah kesalahan sendiri kembali dilakukan oleh mereka. Marcus/Kevin pun dengan mudahnya mendapat poin dan unggul 18-13.

Tak ada kesulitan berarti yang dimiliki Marcus/Kevin setelah keunggulan mereka kian melebar dan Fajar/Rian nampaknya tak punya jawaban untuk meredam kecepatan mereka. Lewat backhand smash dari Kevin di depan net, ‘Minions’ mengakhiri gim pertama dengan kemenangan 21-13.

Perolehan poin di gim kedua berjalan pada awalnya berjalan cukup ketat, tapi tak ada reli-reli panjang yang terjadi lantaran kedua pasangan sama-sama sering melakukan kesalahan. Empat menit gim kedua berjalan, skor 3-2 untuk keunggulan Marcus/Kevin.

Namun, jalannya laga menjadi seru semenjak Kevin mulai menunjukkan kepiawaiannya dalam mengatasi permainan di depan net. Beberapa kali dari skema ini perolehan poin Marcus/Kevin bertambah hingga akhirnya mengakhiri interval pertama dengan keunggulan 11-6.

Ketidakmampuan Fajar/Rian meladeni permainan cepat Marcus/Kevin mewarnai jalannya interval kedua. Berkali-kali pukulan menyilang dan penempatan di depan net dari Marcus/Kevin membikin mereka mati langkah. Tiga menit berjalan di interval kedua, skor menjauh menjadi 17-8.

Lewat skema pukulan menyilang di depan net yang tak bisa dikembalikan pula, Marcus/Kevin memperoleh match pointmereka. Akhirnya, kemenangan Marcus/Kevin ditentukan lewat smes Fajar yang menyangkut di net. Gim kedua pun berkahir dengan skor 21-12.
Dilansir: Line Today Sport

Facebook Comments

Olahraga

Kylian Mbappe Bintang Muda Prancis Di Piala Dunia 2018

Published

on

Fakta99.com – Kylian Mbappe menjadi berita utama setelah bersinar untuk Monaco selama kampanye Liga Champions mereka di 2016/17, sebelum bergabung dengan Paris Saint-Germain pada pinjaman musim panas lalu dan mengamankan pergerakan permanen 166 juta poundsterling.

Musim panas ini, Mbappe mengejutkan dunia saat menang 4-3 atas Argentina, melesat dengan kecepatan luar biasa dari garis tengah sebelum Marcos Rojo menyeretnya turun untuk memberi penalti sebelum melanjutkan untuk mencetak dua miliknya sendiri di babak kedua.

Anehnya, sprint itu hanya mendaftar sebagai turnamen tercepat ke-45 di 32.4km / jam, dengan Cristiano Ronaldo dan Ante Rebic keduanya mencatat kecepatan tercepat 34km / jam.

Namun frekuensi serangan itu telah membuat pertahanan oposisi di Rusia, ditambah dengan 52 pertandingan teratas – melampaui Neymar (46) dan Eden Hazard (43) selama 444 menit di lapangan.

Pemain berusia 19 tahun ini adalah pemain termuda kedua di Rusia, menawarkan banyak energi dan ketahanan muda – aspek-aspek yang sangat berguna selama jadwal knockout yang melelahkan di Piala Dunia.

Terlepas dari usia dan langkanya, kualitas yang kurang dikenal adalah kemampuan orang Perancis dalam tantangan, memenangkan 47 duel – hanya delapan pemain di seluruh kompetisi yang telah berhasil lebih banyak.

Remaja itu dapat mendorong karirnya ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya selama era modern pada Final hari Minggu (15/7).

Facebook Comments

Continue Reading

Olahraga

Luka Modric Kunci Kroasia Di Final Piala Dunia 2018

Published

on

Fakta99.com – Luka Modric membantu Kroasia mengatasi defisit satu gol untuk mengalahkan Inggris 2-1 di perpanjangan waktu dan lolos ke final Piala Dunia pertama mereka pada Rabu malam (11/7).

Playmaker veteran itu telah membuat kesan besar di panggung dunia musim panas ini, menjadi instrumental saat menyapu bersih kemenangan mereka di Grup D dan mencetak gol jarak jauh melawan Argentina.

Modric telah mempengaruhi permainan dengan mengambil 535 sentuhan skuad – hanya diperbaiki oleh spesialis tiki-taka Spanyol Isco dan Sergio Ramos di seluruh turnamen.

Yang paling penting, sentuhan Kroasia telah menjadi penantang yang berarti dan menembus, yang mengarah ke 412 umpan – dimana 289 berada di setengah oposisi dan 147 di penyerang ketiga.

Selain itu, pemain 32 tahun itu menempati urutan keempat di seluruh turnamen untuk menyapu bola lepas dengan 48 pemulihan.

Statistik itu sendiri akan meningkatkan tim mana pun di Rusia tetapi kontribusinya di depan gawang juga merupakan kelas dunia, menciptakan 16 peluang bagi timnya – di belakang hanya Neymar (23), Kevin De Bruyne dan Kieran Trippier (keduanya 17).

Selain golnya yang menakjubkan, Modric juga mengubah penalti untuk mengamankan tiga poin dalam gol pembuka grup melawan Nigeria – mempertahankan ketenangan untuk menggandakan keunggulan dan mengatur nada untuk kemenangan beruntun enam pertandingan mereka saat ini.

Modric adalah nyawa permaian Kroasia hingga ke puncak final Piala Dunia yang akan digelar minggu (15/7) kontra ayam jantan Prancis, dan Timnas Kroasia bertumpu dengan sihirnya untuk membuat sejarah baru mengangkat Tropi di pagelaran bergengsi ajang Sepakbola sejagat.

Facebook Comments

Continue Reading

Olahraga

Kisah Muhamad Zohri Juara Satu Lomba Lari Tingkat Dunia Asal Lombok

Published

on

Fakta99.com – Kemenangan pelari Indonesia asal Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Zohri, di ajang International Association of Athetics Federation (IAAF) U-20 untuk nomor 100 meter, menjadi perhatian dunia.
Pertandingan berlangsung di Ratina Stadium, Tampere, Finlandia, Rabu (11/7/2018) malam waktu setempat.
Di Tanah Air, pujian dan apresiasi membanjiri, baik dari para pejabat, politisi, dan masyarakat.

Seperti apa sosok Zohri? Berikut fakta seputar Zohri yang dirangkum Kompas.com:

  • Pelari muda asal Lombok, Nusa Tenggara Barat

Zohri (18) lahir pada 1 Juli 2000, berasal dari Lombok, NTB. Keluarganya bermukim di Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

  • Bungsu dari 4 bersaudara

Zohri putra bungsu dari pasangan almarhumah Saeriah (meninggal pada 2015) dan almarhum Lalu Ahmad Yani (meninggal pada 2017).
Ia tinggal bersama dua kakaknya, Baiq Fazilla (29) yang bekerja sebagai juru masak, dan Lalu Makrib (28) yang bekerja serabutan.

Satu orang kakak Zohri, Baiq Fuzianti, telah meninggal dunia.

  • Pendidikan

SD Negeri 2 Pemenang Barat
SMP Negeri 1 Pemenang

SMA Negeri 2 Mataram

  • Keluarga sederhana

Rumah yang ditempati oleh Zohri beserta dua kakaknya sangat sederhana.

Langit-langit rumahnya terbuat dari anyaman bambu yang banyak berlubang dan keropos di beberapa bagiannya.

Rumah sederhana itu diapit dua rumah warga yang sudah merupakan bangunan permanen.

  • Berlatih lari di pantai

Bakat lari Zohri terlihat sejak SMP. Ia biasa berlatih lari di Pantai Pelabuhan Bangsal, Pemenang.

Menurut keterangan kakaknya, Fazilla, Zohri kerap berlatih tanpa alas kaki karena ia tak memiliki sepatu.

Sementara, menurut keterangan tetangga, saat ayah Zohri masih hidup, sang juara dunia itu kerap berlari bersama ayahnya.

  • Catatan Prestasi

Pada 2017, Zohri mengumpulkan 7 emas di berbagai kejuaraan nasional.
Baca juga: Zohri, Sang Juara Dunia Lari U-20, Hidup Yatim Piatu di Rumah Lapuk dan Tak Bisa Beli Sepatu (1)

Pada 2018, ia memenangkan emas untuk nomor 100 meter di Gifu Asian Junior Championship Jepang (Juni) dengan catatan waktu (10,27 detik), dan IAAF Finlandia (Juli) dengan catatan waktu yang lebih baik (10,18 detik).

  • Pemerintah akan beri bantuan

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengatakan, pemerintah akan memberikan hadiah kepada Zohri berupa bonus beasiswa.

Hal senada juga disampaikan Gubernur NTB, TGB Zainul Majdi.
Pemerintah Provinsi NTB akan memberikan bantuan berupa modal wirausaha untuk menjamin masa depan atlet saat tidak lagi berlaga.

Sementara, pihak Pemerintah Kabupaten Lombok Utara akan membangunkan satu rumah untuk Zohri dan saudaranya.
Banyak pula pihak yang ingin turut berkontribusi, misalnya Kementerian Dalam Negeri.

Sumber: line Today

Facebook Comments

Continue Reading

Iklan

Trending