Connect with us

Banten

ULP Provinsi Banten Dituding Ajang Kongkalingkong Para Pengusaha dan Pejabat

Published

on

Fakta99.com – Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Banten dituding menjadi ajang kongkalikong antara Perusahaan peminang dengan pejabat ULP hal tersebut diketahui dari penuturan salah satu pengusaha yang mengikuti lelang yakni pengusaha berinisial MI.

MI menegaskan meskipun peserta lelang sudah mengikuti aturan serta ketentuan kelengkapan berkas bahkan penawaran sudah siap tapi pihak ULP tidak akan menentukan pemenang proses lelang proyek sebelum memberikan fee sebesar 5 persen dari nilai proyek.

“Ada penekanan yang terjadi kepada saya terkait fee yang harus disisihkan bagi oknum ULP,” katanya kepada awak media di Kota Serang, Jum’at, (20/7).

Dikatakan MI kejadian tersebut berawal pada saat dirinya melalui perusahaan miliknya mengikuti tahapan pelelangan yang diselenggarakan ULP terkait pengerjaan Bangungan dua lantai di RSUD Banten.

Pada saat itu, pihaknya coba memenuhi semua kebutuhan dokumen yang diminta pokja ULP ternyata ada permintaan dari okmun pokja berinisial En atas seizin ketuanya yang bernama inisial Yi untuk memberikan lima persen dari total nilai kerja jika perusaan ingin keluar sebagai pemenang.

“Awal-awalnya saya ini dipinta dan ditawarkan jika ingin keluar sebagai pemenang sanggup tidak untuk untuk memberikan fee sebesar lima persen dari total anggaran pengerjaan tapi saya menyatakan keberatan dan tidak sanggup,” ungkap Ml.

“Jadi setelah saya menyatakan tidak sanggup membayar fee sebesar lima persen tersebut akhirnya ada penggagalan lelang oleh pihak ULP dengan alasan semua perusahaan yang masuk tidak memenuhi doklak sampai terjadilah revisi dan pemasukan ulang,” katanya.

“Nah pas pemasukan ulang ini lah diduga jagoan oknum pokja yang tadinya penawarannya tidak sesuai doklak sekarang jadi mengapload ulang dan akhirnya dimenangkan,” imbuh Ml.

Sebenarnya sambung Ml, sebelum ada permintaan untuk membayar fee sebesar lima persen tersebut YI sudah meminta uang dengan alasan untuk oprasional pengurusan dengan besaran nominal lima juta rupiah.

“Iya, saya kasih YI sebesar lima juta rupiah itu jelas saya kasih diruang pembuktian kualifikasi dilantai delapan gedung SKPD Terpadu,” papar Ml.

Menurut Ml, pada dasarnya pihaknya menerima dengan legowo kekalahannya di lelang pembangunan gedung RSUD Banten tersebut namun, ada beberapa hal yang kemudian tetap mengganjal dan jadi catatan penting karena ini terkait dengan janji.

“Oknum ULP tersebut sudah menjanjikan bahwa pemenang lelang bakal keluar dari perusahaan kami itu yang pertama, yang kedua merubah jadwal pengumuman pemenang dengan seenaknya dan semaunya, padahal seharusnya jadwal tersebut langsung keluar pada saat sesudah pembuktian kualifikasi,” katanya.

Dilain tempat saat dikonfirmasi oleh awak media terkait kebenaran hal ini Yoni ketua Pokja pembangunan gedung dua lantai di RUD Banten mengatakan, bahwa dirinya tidak pernah menerima sepersen pun uang atau sogokan dari pihak Ml.

“Saya tidak pernah menerima uang, yang jelas kalo soal pemenang itu semuanya seusai prosedur,” ucapnya saat dijumpai di Gedung SKPD Terpadu lantai delapan, Jum’at (20/7).

Yoni pun menegaskan dirinya siap menerima segala konsekuensi apapun jika memang terbukti bahwa dirinya menerima uang sejumlah yang dituduhkan Ml, baik dalam besaran nominal lima persen dari total biaya pembangunan ataupun yang lima juta rupiah.

“Iya siap,” tegasnya.

Menurutnya, untuk persoalan pembatalan lelang, ia membenarkan hal tersebut pernah terjadi namun ia beralasan pembatalan lelang tersebut dilakukan, lantaran setelah adanya pengecekan ulang tidak ada penawaran dari semua perusahaan yang sesuai dengan kualifikasi yang sudah dicantumkan.

“Karena memang waktu itu tidak ada penawaran yang lulus,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Sekertariat ULP Banten Saeful menegaskan bahwa di ULP Banten tidak ada kejadian tersebut. Menurutnya jika memang ada dan terbukti pihaknya siap memberikan sanksi kepada ketua Pokja tersebut.

“Saya tegaskan di ULP tidak ada itu pembagian fee atau transaksional. Kalau dikasih uang rokok setelah proyek selesai sering saya tapi itu kan uang rokok bukan transaksional. Pungkasnya

Facebook Comments

Pariwisata

Gempa, Siti Noviyanti Dokter Cantik Asal Banten, Lo Dah Ngapain Untuk Indonesia

Published

on

Fakta99.com – Siti Noviyanti Dokter Muda Cantik kelahiran 16 Noveber 1992 Asal Banten bersama relawan Turun Tangan Untuk Indonesia. Cap sindirian “Lo Dah Ngapain Untuk Indonesia” dalam kaos yang dikenakannya itu sebagai kritikan bahwa kita sudah berbuat apa untuk negeri ini.

Doc. Fotto Pribadi

Menurut Siti Novianti, Di saat kita tidur dengan tenang tapi tidak dengan saudara-saudara kita di lombok. Mereka keluhkan cemas, sakit kepala, diare, batuk pilek. Namun harapan untuk sembuh dan kembali kesedia kala itu tetap ada. Ungkap Dokter Novi pada fakta99.com. Minggu, (12/08/2018).

Doc. Fotto Peribadi

Para korban yang terkena reruntuhan terpaksa di baringkan di luar menggunakan terpal dikhawatirkan ada gempa susulan. Tutur Dokter Siti Novianti yang biasa disapa akrab Ovi kelahiran Bojonegara Kab.Serang Banten ini.

Doc. Fotto Pribadi

Dalam dua pekan ini kurang lebih sudah 400 kali gempa susulan.

Doc. Fotto Pribadi

Keadaan sangat memperihatinkan bantuan-bantuan dari pihak manapun sangat dibutuhkan disni, Khususnya Logistik, Obat-obatan dan alat medis. Katanya

Doc. Fotto Pribadi

Saat ini (Ovi), lanjut Menuju lombok utara timnya akan menyisir membawa logistik dan obat2an menuju lokasi yang belum tersentuh bantuan. Tungkasnya

Hal yang sama disampaikan oleh BMKG yang dikutip dari BBC News “Lebih dari 400 gempa susulan tercatat terjadi setelah gempa 6,9 SR yang mengguncang Lombok pada Minggu (05/08) lalu. Namun sampai kapan gempa susulan terjadi dan apa yang dapat dilakukan warga untuk menghadapi guncangan-guncangan susulan ini?”.

Kebanyakan gempa susulan yang terjadi tak besar, terasa hanya seperti getaran atau goyangan kecil.

Namun satu gempa susulan pada Kamis (09/08) kembali mengguncang Lombok, dengan kekuatan 6,2 SR menambah kerusakan di pulau wisata yang sudah hampir lumpuh itu.

Sejauh ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal 321 orang dan yang mengungsi lebih dari 270.168 jiwa. Ribuan bangunan rusak.

Berapa banyak lagi gempa susulan akan terjadi dan apa yang sebaiknya dilakukan warga? Inilah sejumlah hal perlu Anda ketahui tentang gempa susulan.

Sampai kapan?

Gempa susulan diprediksi BMKG masih akan terus terjadi selama tiga hingga empat minggu ke depan, seperti diungkapkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mataram, Agus Riyanto.

Namun prediksi ini dapat berubah kembali – setelah sebelumnya diperkirakan berlangsung selama dua minggu – tergantung data gempa susulan yang dikumpulkan BMKG yang dievaluasi setiap tiga hari.

Facebook Comments

Continue Reading

Pariwisata

Korban Gempa Lombok NTB Sudah 10 Orang Meninggal, Ada Warga Malaysia

Published

on

Fakta99.com – Gempa yang mengguncang kawasan Lombok NTB Korban jiwa hingga kini terus bertambah. Hingga pukul 09.45 WIB tercatat sudah 10 orang tewas akibat gempa itu.

Gempa dengan kekuatan 6,4 Skala Richter mengguncang wilayah Lombok, Bali, dan Sumbawa pada Minggu, 29 Juli 2018 pukul 05.47 WIB telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fisik.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak gempa yang terus bertambah. Petugas BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan terus melakukan penanganan darurat.

Hingga Minggu pagi, 29 Juli 2018 pukul 09.45 WIB tercatat dampak gempa menyebabkan 10 orang meninggal dunia, 40 orang luka, dan puluhan rumah rusak. Diperkirakan dampak gempa akan bertambah mengingat pendataan masih berlangsung dan belum semua lokasi terdata.

BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat, korban terbanyak terdapat di Kabupaten Lombok Timur, yakni delapan orang meninggal dunia, 10 orang luka berat, 10 orang luka ringan, dan puluhan rumah rusak. Dari delapan korban meninggal terdapat satu orang warga negara Malaysia.

Identitas korban meninggal dunia, Isma Wida, perempuan berusia 30 tahun, Warga Negara Malaysia, Ina Marah, perempuan, 60 tahun, Ina Rumenah, perempuan, 58 tahun, dan lima orang meninggal dunia dalam pendataan identitas oleh petugas.

Di Kabupaten Lombok Utara terdapat dua orang meninggal dunia, dan 13 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, dan tujuh orang di Puskesmas Bayan.

Gempa susulan juga masih terus berlangsung. Hingga pukul 09.20 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 66 kali gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil dan tidak berpotensi tsunami.

“Ini adalah hal yang alamiah di mana setelah terjadi gempa besar, akan diikuti oleh gempa-gempa susulan yang lebih kecil dalam rangka mencari keseimbangan sistem lempeng atau sesar yang ada,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, melalui rilis yang diterima VIVA, Minggu, 29 Juli 2018.

Facebook Comments

Continue Reading

Banten

Laka Lantas Jln Raya Serang Cilegon Banten Korban Meninggal Dunia

Published

on

Fakta99.com – Telah terjadi Laka Lantas pada tanggal 24 juli 2018 pukul 07.10 Wib antara R2 dengan R4 di Jln. Raya Serang Cilegon tepatnya kp.plamunan ds.plamunan Kec. Kramatwatu Kab. Serang.

Korban meninggal dunia ini identitas korbar:

Identitas Pengemudi R2 : Honda C-BR
B-4624-NCZ
Merek : Honda
N : Bagus eka atmaja
U : Tanggerang 23-08-1993
P : Mahasiswa
A: Jl.danau tambingan I no.16 rt/rw 006/020 ds.bencongan kex.kelapa dua.
Luka : Md (Meninggal Dunia)

*identitas pengendara R4
Toyota Agya
No Pol : A-1018-VQ
N :Munawar
U : 52thn
P : wiraswasta
A :kaplink blok f no 127 kel.ciwaduk kota cilegon
Luka :-

Kronologis :
– kendaraan Honda cbr berjalan dari arah serang menuju cilegon, R4 agya dari arah cilegon menuju serang keterang saksi bahwa motor tersebut oleng dan menabrak mobil Agya yang sedang berjalan dari arah cilegon. Masyarakat melaporkan kejadian kepolsek keramat watu pukul 07.10 Wib dan anggota piket lantas mendatangi TKP.

Untuk Kejadian Laka Lantas tersebut sudah di 87 Laka Lantas Polres Serang Kota ditrima Bripda Umam

Tindakan yang dilakukan
– cek korban
– mendatangi tkp
– mencatat saksi
– mengamankan barang bukti.
– dan melaporkan kepada pimpinan.

Demikian untuk sementara yang bisa dilaporkan dan perkembangan informasi yang di dapat dari lapangan.

Vidio kiriman Warga:

Facebook Comments

Continue Reading

Iklan

Trending