Connect with us

HUKRIM

KPK Telusuri Pembelian Mobil Inneke Koesherawati

Published

on

Fakta99.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami peran artis Inneke Koesherawati dalam pembelian mobil untuk Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin Bandung Wahid Husein.

Inneke merupakan istri narapidana kasus korupsi Fahmi Darmawansyah, yang bersama Wahid Husein dan dua orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait pemberian fasilitas, perizinan ataupun pemberian lainnya di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Sukamiskin Bandung.

“Untuk Inneke, masih menjadi saksi sampai saat ini sejauh mana perannya dalam pemesanan mobil nanti akan didalami,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin.

KPK berencana memanggil saksi-saksi yang relevan dalam penyidikan kasus tersebut.

“Saksi-saksi yang relevan tentu kami panggil nanti, baik dari unsur pejabat atau pegawai Lapas, narapidana atau pihak lain yang terkait,” ucap Febri.

Dalam hal ini, Wahid Husein dan Hendry Saputra diduga menerima suap dari Fahmi Darmawansyah dan Andri Rahmat.

KPK menduga Wahid Husein menerima uang dan dua mobil dalam jabatannya sebagai Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018 terkait pemberian fasilitas, izin, luar biasa, dan lainnya yang tidak seharusnya kepada narapidana tertentu.

Ketua KPK Laode M Syarif dalam konferensi pers Sabtu (21/7) menyatakan pemberian uang dan mobil itu diduga terkait fasilitas sel atau kamar yang dinikmati oleh FD dan kemudahan baginya untuk dapat keluar masuk tahanan.

Penerimaan-penerimaan tersebut, kata Syarif, diduga dibantu dan diperantarai oleh orang dekat keduanya, yakni Hendry Saputra dan Andri Rahmat.

Dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT), Syarif menjelaskan, KPK mengamankan barang bukti yang diduga terkait tindak pidana berupa satu unit Mitsubishi Triton Exceed warna hitam dan satu unit Mitsubishi Pajero Sport Dakkar warna hitam; uang total Rp279.920.000 dan 1.410 dolar AS; catatan penerimaan uang, dan dokumen terkait pembelian dan pengiriman mobil.

Dalam konferensi pers itu, KPK juga menampilkan video yang menunjukkan salah satu sel Lapas Sukamiskin tempat Fahmi Darmawansyah menjalani hukuman. Ruangan itu terlihat dilengkapi berbagai fasilitas laiknya di apartemen seperti pendingin udara, televisi, rak buku, lemari, wastafel, kamar mandi lengkap dengan toilet duduk dan pemanas air, kulkas, dan spring bed.

Fahmi, yang merupakan Direktur PT Merial Esa, dieksekusi ke Lapas Sukamiskin pada 31 Mei 2017.

Berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Fahmi divonis dua tahun dan delapan bulan penjara ditambah denda Rp150 juta subsider tiga bulan kurungan karena terbukti menyuap empat pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI senilai 309.500 dolar Singapura, 88.500 dolar AS, 10 ribu euro, dan Rp120 juta. Dilansir Antaranews fakta99.com

Facebook Comments

HUKRIM

KPK Minta Lapas Sukamiskin Dikembalikan Sesuai Standar

Published

on

Fakta99.com – Lapas bukan lagi tempat penebusan dosa bagi yang melakukan pelanggaran hukum, akan tetapi lapas sudah dijadikan seperti hotel berbintang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kembali mengungkap praktik pemberian fasilitas istimewa kepada narapidana di Lapas Sukamiskin. KPK pun meminta agar fasilitas yang ada dalam sel dikembalikan sesuai standar.

“Seluruh sel di Lapas Sukamiskin dan lapas-lapas lainnya semestinya dikembalikan sesuai standar,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Minggu (22/07/2018).

Menurut dia, harus ada pembenahan lapas secara serius pascaoperasi tangkap tangan dilakukan. KPK mengingatkan agar seluruh Kalapas di tidak melakukan hal yang serupa.

“KPK kembali mengingatkan, agar pembenahan secara serius dilakukan segera. Kita harus berhenti hanya menyalahkan oknum apalagi jika sampai menggunakan dalih-dalih pembenaran-pembenaran terhadap kondisi yang ditemukan tim KPK dalam kegiatan tangkap tangan,” ucap Febri.

Sebelumnya, KPK menemukan kamar-kamar mewah bagi narapidana kasus korupsi. Selain itu, KPK juga menemukan adanya sel yang penghuninya sedang tidak berada di dalam Lapas Sukamiskin, yakni Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardana.

Para Tersangka, Atas kejadian tersebut, KPK menetapkan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen sebagai tersangka. Selain Wahid, KPK juga menetapkan orang kepercayaan Wahid bernama Hendri Saputra, dan dua narapidana yang diduga sebagai penyuap, yakni Fahmi Darmawansyah dan Andre.

Dalam kasus ini, KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga terkait tindak pidana yaitu 2 unit mobil, yaitu 1 unit Mitsubishi Triton Exceed warna hitam dan 1 unit Mitsubihi Pajero Sport Dakkar warna hitam.

Kemudian uang total Rp 279.320.000 dan USD 1.410, catatan-catatan penerimaan uang dan dokumen teikait pembelian dan pengiriman mobil.

Facebook Comments

Continue Reading

Iklan

Trending